Ulasan Octopath Traveler – Role Playing Game Nintendo Switch

octopath traveler

Mempertahankan daya tarik dari game klasik memang bukanlah tugas yang mudah bagi developer berpengalaman sekalipun. Karena selain dirasa sudah ketinggalan zaman, sudah banyak game penerusnya di pasaran yang terlihat lebih menarik dan inovatif. Hal yang sama bisa dikatakan untuk genre JRPG, karena setelah dominasinya yang sangat solid di era tahun 90-an, genre ini dipandang segmentif dan mulai kehilangan basis fans setia. Walaupun tidak sepenuhnya salah, genre JRPG sendiri masih terbukti dapat diterima dengan sangat baik oleh gamer veteran maupun pendatang baru yang penasaran akan daya tariknya di masa lalu.

Buktinya saja bisa dilihat dari kasus Octopath Traveler, dimana Square Enix sudah mengajukan permohonan maaf karena keterbatasan stok versi fisik yang habis sampai dua kali. Pencapaian luar biasa ini bahkan tidak diduga oleh Square Enix dan semakin membuktikan kalau genre JRPG masih memegang posisi kuat di pasaran. Alasan dari kesuksesan Octopath Traveler sendiri terletak dari konsepnya yang mirip dengan JRPG bergaya retro.

Untuk membuktikan apakah anggapan ini lebih baik atau tidak, crew domain memutuskan untuk memainkan gamenya secara langsung selama satu minggu terakhir. Dengan porsi permainan yang cukup walaupun masih belum sepenuhnya tamat, crew domain sudah merangkum reviewnya yang bisa kamu simak dibawah ini.

8 cerita, 1 petualangan

Premis dari Octopath Traveler sendiri cukup sederhana, dimana kamu akan dibawa dalam petualangan yang memperlihatkan perspektif delapan jalan cerita berbeda. Setiap ceritanya sendiri mengambil latar dari tempat asal karakter utama yang ada. Saat memulai permainan, kamu bisa memilih untuk memulai jalan cerita dari sudut pandang salah satu karakter. Untuk skenario ini, crew domain memilih seorang pencuri bernama Therion sebagai karakter yang akan memandu petualangan besar ini. Nasib yang dihadapi Therion sendiri cukup tragis, dimana dia harus menyingkirkan statusnya yang hancur dari simbol Fool’s Bangle setelah gagal menyusup ke rumah bangsawan keluarga Ravus. Setelah memenuhi permintaan Cordelia Ravus untuk mencari harta peninggalan Dragon Stone yang dicuri, Therion akhirnya memulai sebuah petualangan besar yang tidak terduga.

Dari sinilah kamu mendapat kesempatan untuk menjelajahi tanah Orsterra yang luas dan penuh tantangan. Tidak ada batasan alur cerita linear yang mengikat, kamu bisa mengunjungi tempat dimana salah satu dari kedelapan karakter utama lainnya berada dan mengajaknya dalam petualanganmu. Karena Therion hanyalah satu dari karakter utama yang ada, otomatis kamu juga akan memulai jalan cerita baru dari sudut pandang karakter lain yang diikuti dengan bergabungnya mereka sebagai anggota party. Konsep yang unik ini sayangnya tidak diikuti dengan kesan hidup dari interaksi antar karakter. Jadi walaupun kamu sudah mengumpulkan delapan karakter utama menjadi satu rombongan petualang, nyatanya setiap karakter memiliki sudut pandang, latar belakang, dan motivasi berbeda yang ingin diraih.

Hasilnya sendiri membuat perspektif jalan cerita yang ada tidak saling berhubungan satu sama lain. Jika digambarkan, Octopath Traveler rasanya seperti delapan game yang dirangkum menjadi satu. Sebenarnya ada momen dimana semua karakter utama bisa saling berinteraksi, tapi sebagian besar porsi gamenya hanya menjadikan mereka sebatas tambahan party member untuk membantu pertarungan. Karena datang dengan latar belakang dan profesi yang berbeda, setiap karakter memiliki satu kemampuan spesial yang bisa digunakan di luar pertarungan. Misalnya saja seperti Alfyn yang dapat mengumpulkan informasi penting berkat kemampuan sosialisasi yang hebat, atau Therion yang dapat mencuri barang berharga NPC, semua kemampuan ini memiliki peran penting dalam menyelesaikan side quest khusus.

Gameplay turn based klasik yang luar biasa

Beralih ke segi gameplay, Octopath Traveler disini masih mempertahankan mekanisme turn-based yang sekilas cukup serupa dengan seri Final Fantasy klasik. Mempertahankan konsep yang sama tentunya harus diikuti dengan perombakan baru, dan untuk tugas yang satu ini Square Enix berhasil mengeksekusinya dengan baik. Saat memulai pertarungan yang terpicu lewat random encounter atau boss battle saat mengikuti jalan cerita, kamu bisa memberikan command serangan dan support sesuai dengan job tiap karakter. Perbedaan yang mencolok dari sistem battlenya bisa dilihat dari indikator pertahan musuh dan elemen serangan yang bisa membuatnya lemah. Jika berhasil menghancurkan pertahanannya dengan serangan paling efektif, pertahanan musuh akan memasuki fase “BREAK” yang membuat mereka tidak dapat melancarkan serangan selama satu atau dua giliran.

Setiap anggota party juga memiliki BP point yang memberikan kemampuan untuk melancarkan dua hingga empat serangan beruntun. Jika digunakan saat menggunakan sihir atau kemampuan special, efek serangannya juga akan menjadi semakin kuat. Peran BP point sangat penting disini, tapi untungnya kamu bisa kembali mengisinya dengan item khusus atau menunggu fase giliran baru. Seiring berjalannya permainan, kamu nantinya akan berhadapan dengan beberapa skenario yang menuntut penerapan strategi baru. Misalnya saja saat berhadapan dengan monster level tinggi dan kamu kekurangan supply, peran healer seperti Alfyn pun dapat digantikan dengan kemampuannya dalam meracik ramuan yang memberikan efek boost khusus. Jadi walaupun tidak menggunakan skill penyembuhan yang memakan SP, kamu masih bisa menerapkan strategi baru yang hanya dapat dilakukan Afyn sebagai dokter.

Dengan adanya delapan karakter, kamu harus menentukan komposisi party beranggotakan empat karakter yang paling efektif. Tentu saja ada saat dimana kamu akan masuk dalam area dengan tingkatan level lebih berbahaya, jadi pastikan untuk mempelajari kelemahan musuh terlebih dahulu dan menentukan anggota terbaik yang dapat melawan mereka. Dengan mengganti job karakter, otomatis kamu juga bisa menambah subclassnya dan memberikan opsi untuk membuat strategi baru. Setiap class juga memiliki skill pasif yang berbeda mulai dari memperkecil tingkat random encounter, menambah stamina, memperkuat kesempatan untuk mendapat reward lebih dan masih banyak lainnya.

Karena Octopath Traveler mengambil inspirasi kuat dari seri JRPG klasik Square Enix, desain setiap musuhnya yang berukuran raksasa masih dipertahankan disini. Walaupun terkesan aneh khususnya saat berhadapan dengan boss berwujud manusia yang kecil, konsep desain ini justru membuat setiap pertarungan terasa memorable dan memberikan gambaran jelas dari wujud musuh yang sesungguhnya. Belum lagi, efek visual yang luar biasa saat melancarkan serangan dan menggunakan beragam skill juga semakin menyempurnakan pengalaman bermain.

Fitur yang lebih ringkas dan solid

Selain mengikuti alur cerita yang sudah ada, kamu bisa melakukan ragam aktivitas lainnya seperti menyelesaikan side quest, eksplorasi, atau sekedar melakukan grinding yang sangat diperlukan untuk memulai jalan cerita dengan rekomendasi level tertentu. Semua fitur dalam game ini dirangkum dengan ringkas, bahkan tampilan menu utamanya hanya memuat opsi penting seperti map, equipment party, opsi mempelajari skill, status karakter dan jurnal yang memuat jalan cerita dari tiap karakternya. Sayangnya setiap side quest tidak memuat informasi spesifik yang bahkan juga tidak dimasukkan ke dalam opsi menu, jadi kamu harus menyelesaikan quest yang ada selagi masih sempat.

Bicara soal fitur, daya tarik terkuat dari Octopath Traveler juga terdapat di kualitas grafisnya yang memadukan gaya HD-2D retro dengan lingkungan 3D. Efek visualnya yang mengagumkan juga membuat setiap area terasa hidup. Dari semua game klasik yang ada di pasaran saat ini, crew domain bahkan tidak ragu untuk menyebut Octopath Traveler sebagai yang paling menawan dari segi grafis. Selain presentasi, setiap momen yang kamu lalui juga diiringi dengan soundtrack kelas atas yang dikerjakan oleh komposer ternama Yasunori Nishiki. Berkat eksekusi sempurna dari kedua fitur ini, Octopath Traveler menyajikan sebuah pengalaman bermain JRPG yang berharga di setiap detiknya.

Kesimpulan

Berangkat dengan ekspektasi terbuka akan kualitas yang tidak mengecewakan, Octopath Traveler justru berhasil menghipnotis banyak pemain dalam sebuah petualangan luar biasa. Menawarkan konsep dan mekanisme gameplay yang tetap setia dengan genre JRPG klasik, game ini juga berhasil menyempurnakan semua fiturnya dengan kualitas yang lebih superior. Kesempatan untuk menikmati jalan cerita dari delapan sudut pandang karakter berbeda juga memberikan sebuah pengalaman bermain yang terasa bebas dan unik. Daya tarik yang dipresentasikan lewat kualitas grafis dan soundtracknya juga semakin menyempurnakan kualitas solid yang sudah berhasil dibangunnya.

Tidak adanya hubungan sesama rekan antar karakter memang menjadi satu kekurangan yang cukup fatal, tapi setidaknya masih ada beberapa momen dimana tiap karakter dapat saling berinteraksi dalam satu cerita. Dengan semua nilai plus dan bukti kesuksesan lewat angka penjualan yang tinggi, tidak berlebihan tentunya untuk menyebut Octopath Traveler sebagai wujud sempurna dari kebangkitan JRPG klasik yang sudah lama dirindukan.