Soul Calibur VI | Battle Game Playstation 4

soul calibur 6

Begitu banyak franchise game fighting legendaris, begitu banyak mekanik berbeda yang membuat setiap dari mereka unik, namun hanya sedikit yang bisa bertahan melawan lompatan generasi yang sepertinya terus menggerus. Ketika seri baru lahir, antisipasi dari fans lawas dan rasa penasaran gamer baru menguat, mengharapkan sebuah nama yang memang pantas untuk merepresentasikan popularitas franchise itu sendiri. Bagi sang developer, seri baru ini bukan lagi sekedar soal membungkusnya dengan sekedar kualitas visualisasi baru, tetapi juga mendorong segi cerita, mendesain karakter baru sebagai roster, hingga menyuntikkan mekanik gameplay teranyar untuk menghadirkan sensasi gameplay yang menyegarkan. Sesuatu yang untungnya, disediakan oleh Bkamui Namco dengan Soul Calibur VI.

kamu yang sempat membaca artikel preview crew domain sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran yang cukup jelas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Soul Calibur VI. Berita baiknya? Adalah inti permainan yang siap untuk membuat gamer veteran manapun bernostalgia, karena identitasnya sebagai game fighting dengan senjata yang tetap kuat dan mendominasi pengalaman yang ada. Namun di sisi lain, implementasi Unreal Engine 4 memungkinkan visualisasi lebih memesona, sistem kehancuran kostum yang membuat serangan terasa begitu destruktif, hingga ragam efek visual lainnya yang membuatnya terasa seperti game generasi saat ini. Sementara dari sisi gameplay, penambahan satu dan dua fitur baru membuatnya lapisan strategi baru mengemuka dan tidak sekedar gimmick.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Soul Calibur VI ini? Mengapa crew domain menyebutnya sebagai sebuah game yang memuat pertarungan panas antara cahaya dan kegelapan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk kamu.

Plot

Soul Calibur VI adalah sebuah seri “reboot’ dari sisi cerita. kamu akan menyelami lebih dalam kisah Soul Calibur I dan II dengan Soul Edge sebagai fokus.
Terlepas dari nama “VI” yang mengikuti seri keenam ini, Soul Calibur VI bukanlah sekuel dari Soul Calibur V. Kata yang paling tepat untuk menjelaskannya adalah sebuah seri reboot, seri yang diracik untuk memperkenalkan ulang event yang terjadi Soul Calibur I dan Soul Calibur II. Tetapi di sisi lain, juga mengubah sedikit elemen cerita dengan memperkenalkan beberapa karakter baru dan beberapa karakter yang harusnya baru muncul di seri-seri selanjutnya, sebagai bagian cerita. Bahwa karakter-karakter ini sebenarnya sudah eksis sejak awal pertarungan Soul Edge dan Soul Calibur, hanya saja tidak pernah terceritakan.

Dari garis cerita utama, kamu akan berperan menjadi Kilik sebagai karakter utama. Menjadi salah satu murid terbaik di perguruan yang harus berakhir dengan sebuah tragedi yang memilukan, Kilik mendengar soal rumor terkait munculnya sebuah senjata penuh kegelapan yang disebut sebagai Soul Edge yang kini dipegang oleh Nightmare. Nightmare sendiri tidak berjalan sendiri, tetapi juga membawahi prajurit mematikan lain seperti Astaroth, Ivy, dan juga Lizardman. Menemukan bahwa dirinya juga menyimpan sedikit porsi kekuatan kegelapan tersebut juga di dalam tubuhnya, Kilik tidak lagi sekedar memburu Nightmare untuk menghancurkan Soul Edge saja, tetapi juga mencari jawaban.

Maka seperti seri-seri Soul Calibur sebelumnya, mode cerita utama “Chronicles of Souls” ini juga akan memungkinkan kamu untuk memerankan karakter lain. Untuk setiap karakter yang kamu pilih, kamu akan memainkan porsi cerita masing-masing di tengah garis cerita utama soal perburuan melawan Nightmare ini. Untuk karakter yang sempat bersinggungan dengan Kilik, kamu akan mendapatkan ekstra latar belakang cerita. Sementara beberapa karakter lain bisa mengambil setting sebelum atau sesudah perjalanan Kilik itu sendiri.

Soul Calibur VI juga menyuntikkan satu mode ekstra baru yang disebut sebagai “Libra of Soul” yang kali ini akan meminta kamu memainkan karakter racikan kamu sendiri dalam format gameplay ala game RPG yang akan kita bicarakan nanti. Libra of Soul akan mengambil garis cerita yang sama seperti Chronicle of Souls, namun lebih mengeksplorasi kisah belakang layar dari apa yang terjadi di cerita utama. Seiring dengan progress permainan, kamu akan mendapatkan lebih banyak informasi baru terkait karakter teranyar seperti Geralt of Rivia dari The Witcher dan juga Azwel atau Groh. Potongan cut-scene juga disuntikkan untuk beberapa momen tertentu.

Lantas, kisah seperti apa yang akan kamu dapatkan dalam pertarungan antara cahaya melawan kegelapan ini? Siapa pula sosok karakter baru seperti Azwel dan Groh? Bagaimana peran mereka “mengubah” garis cerita dari Soul Calibur itu sendiri? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut tentu saja harus kamu dapatkan dengan memainkan Soul Calibur VI itu sendiri.

Terlihat Cantik!

Menggunakan Unreal Engine 4 sebagai basis layaknya Tekken 7 kemarin, Soul Calibur VI memang terlihat memesona. Setidaknya mengikuti trennya dari seri sebelumnya, ia tetap mampu tampil dengan kualitas visual yang pantas untuk merepresentasikan game fighting tiga dimensi untuk platform generasi saat ini. Detail karakter lebih memesona dengan efek partikel yang kini tentu saja lebih ditonjolkan memperkuat sensasi ini. Namun yang terbaik menurut crew domain adalah suntikan depth of field saat bertarung yang berhasil membuat pertarungan pedang antar dua kubu ini terlihat lebih dramatis dan sinematik di saat yang sama.

Dua acungan jempol pantas diarahkan pada komitmen untuk mengikuti seri “reboot” ini dengan mengembalikan desain lawas setiap karakter yang ada, serta memugarnya dengan detail yang lebih memesona, terutama bagaimana setiap material seperti pakaian dan senjata terlihat sebagaimana seharusnya. Namun yang paling fantastis mengarah pada desain karakter wanita-nya yang memanjakan mata. Desain karakter tidak setengah hati memperkuat tampilan sensual lewat kostum yang sepertinya memang didorong untuk lebih menonjolkan aspek tersebut, bahkan untuk karakter seperti Taki dengan pakaian super ketat ataupun Seong Mi-Na dengan under-boob yang kini terlihat lebih jelas. Apreasiasi terhadap desain karakter wanita memesona yang bisa disandingkan atau bahkan melebihi Dead or Alive sekalipun ini pantas diarahkan.

Bersama dengannya pula, Soul Calibur VI juga menyuntikkan sistem kehancuran kostum di sini. Walaupun tidak mempengaruhi gameplay sama sekali dan lebih ke arah kosmetik, sistem ini membuat beberapa jenis serangan kamu terasa jauh lebih destruktif dan mematikan dibandingkan dengan yang seharusnya. Bahwa hantaman, hunusan, sabetan, hingga pukulan yang terlempar tersebut memang begitu kuatnya, hingga pakaian yang kamu gunakan (yang biasanya dibagi ke dalam tiga area terpisah – baju, celana, dan aksesoris kepala) hancur berantakan. Untuk karakter wanita dengan kostum yang di awal sudah terlihat begitu sensual, kehancuran kostum mereka bahkan siap untuk membawanya ke level lebih tinggi.

Sementara dari desain level dan musik, tidak ada sesuatu yang begitu fenomenal hingga pantas untuk dibicarakan. Tidak ada sistem pergantian level dan seperti seri-seri Soul Calibur sebelumnya, keterbatasan arena lebih diikuti konsep “Ring-Out” yang secara otomatis akan membunuh siapapun yang jatuh. Desain level yang hadir juga terasa stkamur dengan musik yang tidak terlalu memorable pula. Berita baiknya? Seperti yang crew domain bicarakan sebelumnya, dukungan depth of field setidaknya membuat pertaurngan-pertarungan ini terasa dramatis. Satu-satunya kombinasi level dan musik yang crew domain cintai tentu saja adalah arena pertempuran dari The Witcher – Kaer Morhen yang juga didukung musik original – “Hunt or Be Hunted”.

Salah satu keluhan lain yang juga pantas crew domain bicarakan adalah soal presentasi mode cerita, baik di Chronicle of Souls ataupun Libra of Souls yang sayangnya, tidak mengikuti gaya cerita ala Tekken yang dihadirkan dalam bentuk cut-scene atau FMV. Sebagian besar percakapan masih bergerak menggunakan gambar statis dengan barisan-barisan teks yang mengikuti untuk memberikan kamu penjelasan soal apa yang terjadi. Di menit-menit awal, konsep seperti ini mungkin masih bisa ditoleransi. Namun seiring dengan waktu kamu bermain, sulit rasanya untuk tetap bisa memusatkan perhatian untuk membaca setiap dialog yang ada. Berita baiknya? Mereka juga menyediakan tombol skip untuk kamu yang tidak sabaran.

Maka dengan kombinasi elemen-elemen ini, Soul Calibur VI menghadirkan presentasi yang menarik dari sisi visual, terutama sistem kehancuran pakaian, efek partikel senjata, detail material, hingga desain karakter wanitanya yang memanjakan mata. Namun sayangnya, beberapa aspek yang lain seperti musik ataupun caranya menangani mode cerita yang hanya disajikan dalam bentuk gambar statis harus diakui, terasa biasa dan tidak istimewa.

Reversal Edge yang Signifikan

Secara garis besar dan mengagumkannya, seperti yang crew domain bicarakan di artikel preview crew domain sebelumnya, Soul Calibur VI masih menawarkan sensasi klasik Soul Calibur sebagai franchise game fighting yang menjadikan pertarungan menggunakan senjata sebagai fokus. Serangan dibagi ke dalam beberapa area seperti vertikal, horizontal, tendangan, dan satu ekstra tombol untuk bertahan. Serangan akan ditentukan oleh besar senjata yang digunakan, dengan senjata yang lebih besar punya karakteristik damage besar namun serangan kombo lambat dan juga berlaku sebaliknya. Selain itu, kamu juga bisa melakukan side-step untuk mendapatkan posisi serang atau bertahan lebih strategis, sesuatu yang akan membantu kamu jika kamu bisa membaca timing dengan tepat. Benar sekali, semuanya terasa seperti seri Soul Calibur yang seharusnya.

Namun tentu saja, ini bukan berarti Soul Calibur VI hanya menjual presentasi visual lebih baik saja. Ada beberapa mekanisme baru yang ia suntikkan atau sekedar pertahankan dari seri sebelumnya untuk membuatnya tampil sebagai game fighting yang relevan. Sebagai contoh? Kembalinya Critical Edge! Serangan pemungkas dengan animasi sinematik menggunakan bar power ini masih menjadi “solusi” untuk memutarbalikan keadaan dengan cepat atau sekedar, membunuh musuh kamu secara instan. Berita baiknya? Presentasi animasi setiap serangan ini masih terhitung ciamik, keren, tetapi di sisi lain, tidak terasa bertele-tele. Sistem seperti Guard Impact yang bisa menangkis serangan musuh di timing yang tepat juga kembali dan siap untuk dijadikan ujung tombak bagi gamer kompetitif yang ingin menyelam lebih dalam.

Dari semua tambahan fitur yang ditawarkan Soul Calibur VI, Reversal Edge adalah fitur baru paling signifikan yang crew domain rasakan. Bisa dieksekusi dengan hanya tombol saja, ia bekerja layaknya sebuah sistem gunting-batu-kertas yang juga bisa menawarkan damage besar jika kamu berujung menang. Begitu Reversal Edge dieksekusi, tubuh karakter dan senjata akan memperlihatkan sedikit warna merah. Jika masuk dan mengenai musuh, gerak lambat terjadi. Di momen inilah sistem gunting-batu-kertas itu muncul. kamu bisa memilih satu di antara gerakan stkamur yang ada – serangan vertikal, serangan horizontal, dan tendangan. Serangan vertikal mengalahkan horizontal, horizontal menggalahkan tendangan, tendangan mengalahkan vertikal. Tidak hanya damage, beberapa sekuens juga bisa menawarkan kehancuran kostum dan bisa diikuti dengan serangan kombinasi lanjutan.

Selain ketiga serangan ini, kamu juga bisa memilih untuk melakukan tombol guard untuk berujung “tidak melakukan apa-apa” jika kamu diserang dengan Reversal Edge. Situasi ini akan membuat dua pihak berakhir aman, namun menghilangkan potensi kamu untuk benar-benar memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan strategis ini. Kerennya lagi? Reversal Edge tidak hanya sekedar menawarkan momen ini. Ketika kamu menekan tombol Reversal Edge dan warna merah melindungi sekujur tubuh karakter yang mengeksekusinya, kamu juga diperkuat dengan kemampuan otomatis parry untuk dua jenis serangan.

Benar sekali, auto-parry yang berarti membuat karakter ini langsung menangkis maksimal dua jenis serangan sebelum melemparkan Reversal Edge itu sendiri. Kehadiran sistem seperti ini seringkali mengejutkan tipe lawan, AI ataupun manusia, yang seringkali melemparkan serangan kombo secara bertubi-tubi. Sistem Reversal Edge ini memungkinkan kamu untuk mengeksploitasi hal tersebut dan meraih sedikit “ruang napas” jika kombo musuh muncul dengan kecepatan dan sekuens yang brutal. Namun ingat, stance Reversal Edge ini akan hancur setelah tiga serangan atau terkena hantaman kuat yang mengarah ke kaki karakter kamu, hingga faktor resiko itu tetap ada.

Mekanisme baru lain yang diusung adalah Soul Charge. Tidak seperti Critical Edge yang menggunakan 1 bar power untuk serangan sinematik yang menghadirkan damage secara instan, Soul Charge juga menggunakan 1 bar power namun untuk memunculkan kekuatan khusus dan baru bagi karakter yang memicunya. Ia biasanya akan hadir dalam bentuk aura beragam warna tergantung karakter tersebut. Hanya aktif dalam waktu yang terbatas, Soul Charge akan membuat kamu menjadi lebih kuat. Beberapa karakter tampil dengan damage lebih kuat, sementara beberapa yang lain juga hadir dengan jenis serangan yang baru. Karakter seperti Azwel misalnya, akan bisa mengakses serangan grapple bawah pedang “mistis” miliknya, atau seperti Groh yang dengan Soul Charge kini bisa melakukan serangan teleportasi cepat yang berpotensi mengejutkan.

Maka dengan ditambahnya dua mekanisme baru ini, Soul Calibur VI terasa lebih strategis dibandingkan seri-seri sebelumnya. Reversal Edge terasa signifikan karena ia jadi solusi untuk melawan balik musuh-musuh yang punya serangan kombinasi yang banyak dan cepat jika dieksekusi dengan timing yang tepat. Soul Charge terasa berharga karena untuk beberapa karakter, ia memaksa lawan kamu untuk beradaptasi dengan strategi serang kamu yang baru mengingat ragam animasi serangan yang terbuka di mode tersebut. Berita baiknya? Terutama untuk Reversal Edge yang bisa dieksekusi hanya dengan satu tombol saja, gamer pendatang baru kini juga punya senjata kamulan untuk menyamakan level permainan melawan gamer veteran sekalipun. Mereka hanya perlu belajar bagaimana cara Reversal Edge bekerja dan mencari timing untuk melakukannya.

Sementara dari sisi mode yang ditawarkan, Soul Calibur VI menawarkan fitur-fitur stkamur yang identik juga franchise ini. Tenang saja, mode menciptakan karakter untuk kamu gunakan di ragam mode tetap dipertahankan. kamu bisa menciptakan karakter pria atau wanita dengan pillihan ras, modifikasi tubuh, yang didukung segudang pakaian dan aksesoris, hingga yang punya level sensualitas tersendiri. kamu juga bisa mengumpulkan mata uang dari jenis pertarungan untuk membuka lebih banyak kostum dan visualisasi. Namun sayangnya, seperti seri Soul Calibur sebelumnya juga, gaya bertarung kamu tidak bisa dimodifikasi sesuka hati. kamu harus tetap mendasarkan gaya bertarungnya pada karakter-karkater roster yang ada, dengan pilihan senjata yang sama pula.

Sisanya? kamu bertemu dengan mode stkamur sebuah game fighting. Ada mode Arcade yang digabungkan dengan time attack yang mencatatkan waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikannya dengan karakter-karakter yang ada, ada mode Museum untuk collectibles, dan tentu saja pertarungan Online – Normal ataupun Ranked. Berita baik untuk kamu yang ingin menguji kemampuan kamu secara online? Server sejauh ini berjalan mulus selama kamu bertarung dengan menggunakan opsi untuk memilih lawan dari region yang sama. Walaupun tentu saja, crew domain tidak bisa menyimpulkan seberapa kuat ketahanan server setelah rilis mengingat review ini diuji dengan menggunakan review code sebelum tanggal rilis resmi.

Libra of Souls – Menarik tapi Lemah

Salah satu fitur baru yang menarik dari Soul Calibur VI adalah tambahan sebuah mode baru yang disebut sebagai Libra of Souls. Ia dijadikan sebagai petualangan baru “personal” kamu dengan menggunakan karakter racikan sendiri dalam timeline cerita yang mengikuti apa yang terjadi dengan Chronicles of Souls itu sendiri. kamu akan menemukan beberapa bagian cerita penting dan cut-scene sinematik di sini dan bukannya di mode Chronicles, mendorong sensasi bahwa mode cerita sampingan ini memang punya porsi yang signifikan untuk ditelusuri dan dinikmati. Keunikannya? Sistem ala game RPG yang menjadi basis.

Namun tidak seperti game RPG, sistem encounter dan pertarungan di sini berjalan layaknya game Soul Calibur, dimana kamu harus bertarung dengan satu atau lebih musuh dalam sekuens tertentu dan memenangkannya, sebelum kamu bisa mendapatkan reward atau sekedar mendorong cerita lebih maju. Berbedanya? Sebagian besar pertarungan akan mengusung sistem “syarat dan ketentuan berlaku” untuk membuat pertarungan lebih sulit dan menantang. Ada pertarungan yang membuat lantai menjadi super licin hingga kamu bisa dengan mudah terpeleset dan jatuh keluar ring, ada pertarungan yang membuat serangan vertikal kini bisa menghasilkan damage lebih besar, hingga ada beberapa kondisi dimana keuntungan hanya terjadi pada musuh kamu saja yang membuat pertarungan siap untuk membuat kamu frustrasi. Apalagi jika kondisi tersebut membuat musuh kamu secara konstan berada di mode Soul Charge, yang notabene ekstra damage dan animasi serangan baru yang sulit diprediksi.

Maka seperti halnya game RPG, kamu akan bergerak dari satu titik point peta ke titik peta yang lain, sembari menikmati cerita yang ada. Seperti mode Chronicle of Souls, sayangnya presentasi cerita kebanyakan hadir dalam bentuk teks saja. Di beberapa titik akan ada opsi untuk menentukan respon atau menentukan langkah kamu selanjutnya dan jenis pertarungan seperti apa yang akan kamu lewati. Proses bergerak dari satu titik ke titik lainnya ini juga akan diperkuat dengan sistem random encounter, dimana kamu akan tiba-tiba ditantang dan harus mengalahkan musuh tertentu sebelum bisa bergerak ke area selanjutnya.

Nama “Libra of Souls” ini mengacu pada sistem Libra alias timbangan dari konsep moral karakter kamu sendiri, apakah ia lebih memilih cahaya dari Soul Calibur atau kegelapan dari Soul Edge. Beberapa kondisi akan menuntut kamu untuk mengambil satu di antara dua opsi yang ada, dengan indikator yang untungnya jelas untuk memberi tahu bahwa pilihan kamu akan berpengaruh pada timbangan yang ada. Bergantung pada sisi yang kamu pilih, ia akan mempengaruhi buff permanen dari senjata yang kamu dapatkan secara acak selama permainan. Beberapa senjata punya elemen kegelapan dan yang lainnya cahaya. Bergantung pada seberapa berat sisi timbangan kamu, kamu aka punya efek critical lebih tinggi di senjata yang tepat, yang tentu saja membuat serangan kamu lebih mematikan. Tentu saja, ia juga akan berpengaruh pada cerita yang ada.

Libra of Souls juga menyuntikkan beragam mekanisme lain untuk progress karakter racikan kamu ini. Selain EXP Points dan kenaikan level yang juga berarti kenaikan status, kamu juga bisa memperkuat mereka dengan ragam senjata yang terkadang juga punya kemampuan spesial yang menarik untuk dikejar. kamu hanya bisa menggunakan senjata yang punya level lebih rendah dibandingkan dengan level karakter kamu. Sistem enhancements untuk memperkuat senjata, sistem beli item dan material enhancements, sistem reward uang dari ragam pertarungan yang kamu dapatkan, serta sistem eksplorasi untuk misi sampingan juga disuntikkan di dalamnya. Apa yang hendak dikejar Bkamui Namco dengan mode ini, terutama dari sensasi RPG yang disuntikkan, memang tepat sasaran.

Sayangnya, bagi crew domain, sulit untuk menikmati sisi cerita yang ada. Dengan begitu banyak barisan teks yang sekedar berujung sekedar pilihan yang sebenarnya tidak banyak menghasilkan outcome berbeda selama tidak berhubungan dengan sistem timbangan, tangan pelan tapi pasti, akan mulai melewati semua percakapan ini lewat menu Skip. Berjalan terlalu panjang dan bertele-tele, ada keinginan untuk segera meloncat dari satu pertarungan ke pertarungan yang lainnya. Fakta bahwa kamu juga lebih banyak melawan karakter “acak” sebagai musuh alih-alih karakter roster atau yang berhubungan dengan Chronicle of Souls itu sendiri berujung cukup mengecewakan. crew domain sendiri lebih berharap bahwa Bkamui Namco melakukan sesuatu yang lebih baik dengan sistem cerita yang diusung, dengan misalnya, menyuntikkan lebih banyak pilihan dalam satu sekuens percakapan dan membuatnya benar-benar berarti pada hasil yang ada. Cara lain yang lebih mahal? Meracik cut-scene sinematik lebih banyak.

Kesimpulan

Menawarkan cita rasa Soul Calibur yang seharusnya sembari menyuntikkan sistem gameplay baru yang juga menambah lapisan strategi baru saat bertarung, baik untuk gamer veteran ataupun pendatang baru, Bkamui Namco melakukan tugas yang pantas untuk diacungi dua jempol dengan Soul Calibur VI. Mereka sepertinya mengerti apa yang fans lama dan baru inginkan dari franchise game fighting yang menjadikan senjata sebagai identitas utama ini. Sementara dari sisi konten, ia juga menawarkan banyak hal untuk dieksplorasi, dari Chronicle of Souls, Libra of Souls, hingga beragam menu stkamur lain khas Soul Calibur, termasuk opsi penciptaan karakter misalnya. Sisanya? Pujian tinggi harus diarahkan pada desain karakter, sistem kehancuran kostum, dan pilihan roster yang harus diakui, tepat dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Kehadiran Geralt lengkap dengan OST dan arenanya sendiri? Fantastis!

Tetapi sayangnya, Soul Calibur VI memang bukan yang sempurna. Dibandingkan dengan Tekken 7, keputusan untuk menawarkan konsep cerita dari sekedar potongan gambar statis tidak lagi terasa relevan di industri game saat ini, dan untuk kasus seperti Libra of Souls yang harusnya mewakili sensasi RPG di atasnya, ia berpotensi membuat kamu merasa bosan dalam waktu yang cepat. Hasilnya? kamu akan mempercepat proses ini atau melewatinya secara langsung untuk bertemu dengan lebih banyak pertarungan. Libra of Souls juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti gaya bertarung yang akan sangat ditentukan oleh senjata langka seperti apa yang kamu dapatkan, alih-alih memberikan ruang kepada kamu untuk meracik senjata yang kamu inginkan di level yang kamu butuhkan.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Soul Calibur VI adalah sebuah testimoni jelas atas kembalinya franchise unik ini dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol. Ia menjadi seri yang mudah dinikmati oleh gamer veteran yang akan mendapatkan sensasi lawasnya, tetapi juga bersahabat untuk gamer pendatang baru lewat kehadiran fitur dan mekanik baru yang berakhir berkontribusi signifikan. Diperkuat dengan visualisasi memesona, crew domain tidak ragu untuk merekomendasikannya.

Kelebihan

  • Sensasi Soul Calibur yang seharusnya
  • Desain klasik karakter kembali
  • Sensualitas karakter wanita tetap ditonjolkan
  • Sistem kehancuran pakaian
  • Sistem Reversal Edge berkontribusi signifikan untuk strategi saat bertarung
  • Libra of Souls dengan sensasi RPG yang unik
  • Pilihan roster dari karakter-karakter ikonik
  • Tetap sederhana dan mudah untuk dikuasai
  • Adaptasi Geralt terasa sesuai

Kelemahan

  • Cerita disajikan dalam bentuk gambar statis membosankan
  • Libra of Souls tidak menawarkan barisan teks yang menarik untuk dibaca
  • Musik kurang memorable