Review Tekken 6 – Battle Game Legendaris

Tekken 6

Perang antara Jin Kazama dan Kayuza Mishima akhirnya hadir dalam versi konsol dan saat ini menjadi pusat perhatian para maniak game adu jotos. Kalau kita melihat mundur ke belakang, tahun 2009 adalah tahun yang sangat menyenangkan untuk para maniak adu jotos. Pada awal tahun kita kedatangan SoulCalibur IV, kemudian diteruskan pada pertengahan tahun dengan Blazeblue, Street Fighter IV dan King of Fighters XII. Lalu tahun 2009 akan ditutup dengan Tekken 6 Bloodline Rebellion, tahun yang indah bukan? Untuk menambah indahnya suasana bagaimana kalau crew domain mereview game tersebut untuk kamu, siapa tahu kamu butuh referensi sebelum membeli game tersebut.

Para maniak Tekken tidak perlu belajar banyak untuk memainkan game ini, paling-paling kamu hanya butuh belajar ulang memasukan kombo, bound dan wall combo. Bagi pemain baru, Tekken 6 Bloodline Rebellion menawarkan sebuah gameplay yang solid dan sangat menantang untuk dipelajari. Selain kelebihan tadi Tekken 6 Bloodline Rebellion memiliki kelebihan lain yang berkaitan dengan adrenalin, enggak percaya? Begini. Saat kamu bermain dengan temanmu, mau tidak mau adrenalinmu akan terpacu karena keinginan kuat untuk mengalahkan temanmu dan hal inilah yang di tawarkan oleh Tekken 6 Bloodline Rebellion versi arcade. Apakah faktor adrenalin tersebut bisa dipindahkan oleh Namco Bandai pada versi rumahan? Sebelum crew domain menjawab pertanyaan tersebut marilah kita menelusuri fitur-fitur yang dimiliki oleh game ini dan bagaimana kalau kita mulai dari mode-mode yang disediakan di dalam game.

Mode yang ada di dalam game ini terbagi menjadi dua kelompok besar, kelompok yang pertama adalah Offline/Online Scenario Campaign sedangkan kelompok yang kedua adalah Offline/Online Mode. Di Scenario Campaign kamu akan menemukan cerita lengkap di balik Tekken 6 Bloodline Rebellion sedangkan di Offline/Online Mode kamu akan menemukan Arcade Battle, Ghost Battle, VS Battle, Team Battle, Time Attack, Survival dan Partice. Scenario Campaign dimulai dengan cerita Tekken 1 sampai Tekken 5, kemudian dilanjutkan dengan penyerbual Lars ke laboratorium Bosconovich yang berujung dengan perjumpaan Lars dengan Alisa.

Mode Scenario Campaign adalah satu-satunya cara untuk membuka ending setiap karakter. Jadi enggak ada salahnya kamu memainkan mode tersebut untuk membuka ending masing-masing karakter, sisanya lebih baik kamu mengasah kemampuanmu dengan memainkan mode VS, Ghost Battle dan Partice. Ghost Battle? Mode apan tuh? Ghost Battle memang baru diperkenalkan di Tekken 6 Bloodline Rebellion versi konsol, tetapi pada dasarnya Ghost Battle identik dengan dengan Arcade Battle yang ada di Tekken 5 DR. Ghost Battle akan memberimu banyak uang yang bisa kamu pakai untuk membeli aksesoris dan kostum untuk karaktermu.

 Seperti yang crew domain singgung di atas Tekken 6 Bloodline Rebellion memiliki gameplay yang dalam, tetapi bukan berarti para pemula tidak bisa menikmatinya. crew domain yakin semua orang bisa memainkan game ini, bahkan dalam beberapa kasus kamu cukup melakukan button mashing dan karaktermu bergerak cukup lincah. Kedalaman gameplay baru terasa saat kamu mempelajari cara menyambung-nyambung kombo, melakukan bound dan finsiher. Cara yang paling mudah untuk mempelajarinya adalah dengan cara memasuki mode Partice atau melihat video yang berisikan trik-trik memasukan combo di Tekken 6 Bloodline Rebellion.

Seperti yang kamu ketahui game ini memiliki dua tambahan karakter baru yang membuat jumlah karakter Tekken semakin membengkak. Tambahan tersebut bilah dijumlahkan dengan karakter baru di Tekken 6 orisinil makan akan menjadi enam buah. Banyak bukan? Yang agak sedikit crew domain sayangkan di sini adalah kembalinya kebiasaan Namco untuk memasukan karakter yang sekenanya dengan konsep yang aneh. Coba lihat Alisa, robot? Android? Cyborg? Enggak jelas! Terus kemudian lihat Lars dan Leo, entah mengapa penampilan mereka berdua mengingatkan crew domain pada karakter King of Fighters dan  Dead or Alive 4.

Banyak penilaian skeptis tentang kemampuan konsol PS3 dan Xbox 360 menangani Tekken 6 Bloodline Rebellion. Bahkan banyak pihak yang mengkhawatirkan resolusi Xbox 360 yang tidak full HD. Bagi crew domain hal-hal tersebut bukanlah masalah besar, buktinya grafis Tekken 6 Bloodline Rebellion versi PS3 dan Xbox 360 tetap memanjakan mata. Lagian kalau sudah bertempur dengan seorang teman, apa iya kamu masih memperhatikan detil lingkungan? Kalau menurut crew domain saat crew domain sedang bertarung yang ada di otak crew domain hanyalah cara mengalahkan musuh, bukan berapa jumlah kerutan di kepala Wang atau adakah AA di muka Lili. Pokoknya untuk masalah grafis game ini patut diacungi jempol.

Untuk kemudahan mengendalikan karakter versi PS3 memiliki poin yang jauh lebih tinggi dibandingkan versi Xbox 360. Pasalnya kontroler Xbox 360 memang tidak didisain untuk game fighting. Beberapa kali salah seorang staff redaksi melakukan lompatan-lompatan tidak jelas saat mencoba melakukan gerakan qcb atau qcf. Memang butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan kontroler Xbox 360 yang sensitif. Untuk PS3 kelemahan satu-satunya adalah lamanya waktu loading yang bisa diatasi dengan menginstal Tekken 6 BR. Pokoknya kamu tidak perlu khawatir kalau ingin membeli game ini, pasalnya semua elemen (grafis, audio, gameplay) tersajikan dengan sempurna. Justru yang jadi pertanyaan adalah, siapkah kamu bermain Tekken 6 BR? Apakah kamu bisa melakukan kombo-kombo dahsyat. Mengapa crew domain bicara seperti ini? Karena Tekken 6 BR memiliki semua elemen yang dibutuhkan oleh para pecinta game adu jotos dan sekarang tinggal kamu yang memutuskan untuk memainkan atau tidak memainkan Tekken 6 Bloodline Rebellion. Kalau kamu memutuskan untuk bermain Tekken 6 BR, crew domain ucapkan selamat datang di dunia Tekken. Kalau kamu memutuskan untuk menolak memainkan game Tekken 6 BR, mungkin kamu menanti Super Street Fighter IV