Review Persona 5 | Role Playing Video Game

persona 5

JRPG adalah sebuah genre yang unik, sebuah fakta yang tak terbantahkan. Berbeda dengan RPG barat yang seringkali menjual konsep role-playing dalam kebebasan untuk mengambil keputusan dan membangun karakter apapun yang kamu inginkan, RPG Jepang menitikberatkkan pada karakter memorable, musik yang indah, hingga cerita linear yang siap untuk membuat kamu penasaran. Ada begitu banyak JRPG yang bertebaran di pasaran saat ini dengan daya tarik yang cukup untuk membuatnya memiliki basis fans yang fanatik. Salah satunya adalah Persona , sebuah JRPG yang terus disempurnakan dari satu seri ke seri lainnya, lintas generasi. Sebuah seri yang membuat Atlus tumbuh menjadi developer yang karyanya selalu diantisipasi.

kamu yang sudah membaca preview Persona 5 crew domain tentu sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. crew domain sendiri menyebutnya sebagai sebuah game yang super duper keren. Buat kamu yang tak familiar dengan franchise ini, seri teranyarnya ini akan membuat kamu jatuh hati sejak pkamungan pertama, terutama jika kamu merupakan penggemar JRPG turn-based. Sementara kamu yang sudah mengikuti sepak terjang franchise ini sejak masa lampau, ia terasa seperti sebuah seri yang bahkan berhasil disempurnakan lebih jauh. Sejauh ini, Atlus membuat setiap detik penantian untuk rilis versi baratnya terbayarkan manis, termasuk untuk urusan musik sekalipun.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Persona 5 ini? Mengapa crew domain menyebutnya sebagai sebuah game yang akan berhasil mencuri hati kamu? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk kamu.

Plot

Satu yang menarik dari seri Persona adalah konsistensi untuk menghadirkan pelajar sekolah tinggi sebagai karakter utama, sesuatu yang juga ditawarkan oleh seri kelima ini. kamu akan berperan sebagai karakter pria tanpa nama berkacamata dengan tampilan keren yang harus berhadapan dengan sebuah situasi yang buruk – dikeluarkan dari sekolah lamanya.

Dengan sekelibat masa lalu memperlihatkan aksinya menyelamatkan seorang wanita dari potensi kejahatan pelecahan seksual, kamu tiba-tiba menemukan fakta bahwa karakter utama kamu justru menjadi pihak yang disalahkan. Pernah menikmati masa penjara dan kini dipaksa untuk pindah sekolah ke kota lain, kamu harus bersiap memulai “hidup yang baru” di sebuah kota yang masih terasa begitu asing. Adalah Sojiro Sakura – seorang pria tua pemilik kafe kecil yang siap menampung kamu. Dengan masa percobaan selama 1 tahun, hal terakhir yang ingin kamu lakukan adalah mencari masalah yang cukup untuk membuat kamu ditendang kembali.

Namun seperti yang bisa diprediksi, hari sekolah kamu ternyata berakhir lebih “gila” dibandingkan dengan apa yang kamu pikirkan. Perjalanan biasa ke sekolah suatu hari tiba-tiba memerangkap kamu di dalam sebuah kastil misterius dengan raja yang menyerupai guru olahraga kamu. Tak hanya itu saja, kamu juga bertemu dengan seorang kucing yang bisa bicara bernama Morgana, yang berakhir menjadi penyelamat di saat yang genting. Sempat berada di kondisi terdesak dan hampir meregang nyawa karena eksistensi monster di dalam kastil yang menyeramkan, kamu tiba-tiba melahirkan sebuah makhluk kuat dari dalam tubuh kamu bernama Persona. Lewat kekuatannya, kamu berhasil selamat.

Pembicaraan lebih lanjut dengan Morgana membuka fakta bahwa yang kamu temui adalah sebuah tempat yang disebut sebagai “Palace”. Ia merepresentasikan intensi dan nafsu terjahat seseorang di dalam satu tempat. Karena sang guru olahraga melihat sekolah tak ubahnya kerajaan pribadinya bersama dengan budak dan selir, maka sekolah berubah menjadi kastil. Tak hanya itu saja, Palace juga seringkali lahir tingkah laku atau tindak kejahatan yang sudah mereka lakukan. Dengan kekuatan barunya, sang karakter utama, bersama dengan dua teman yang akhirnya menemukan Persona mereka masing-masing – Ryuji dan Ann berusaha menundukkan Palace pertama mereka. Yang perlu mereka lakukan? Mencuri harta karun yang tersembunyi di dalam Palace itu sendiri.

Orang-orang yang harta karun di dalam Palace-nya tercuri akan mengalami perubahan tingkah laku yang signifikan. Seolah kehilangan semua niat jahatnya, mereka akan mengakui semua kejahatan terselubung mereka begitu saja ke publik dengan penuh penyesalan. Sadar akan kekuatan tersebut, sang karakter utama, Ryuji, Morgana, dan Ann memutuskan untuk membuat sebuah kelompok bernama The Phantom Thieves. Seperti halnya remaja-remaja penuh ambisi, mereka berniat untuk menyelesaikan beragam masalah sosial yang selama ini seolah dikesampingkan oleh orang-orang dewasa begitu saja. Tentu saja, semuanya dilakukan sembari meningkatkan popularitas The Phantom Thieves itu sendiri. Mereka harus menyakinkan publik, bahwa mereka mampu mencuri “hati” siapapun dan membuat dunia lebih baik.

Lantas, tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh para Phantom Thieves ini? Siapa yang akan menjadi musuh utama yang harus mereka lawan? Mampukah Phantom Thieves menghadirkan reformasi tatanan sosial dengan kemampuan baru mereka? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kamu jawab dengan memainkan Persona 5 ini.

Desain yang Indah

Jika ada satu hal yang selalu melekat kuat pada Persona sebagai JRPG, adalah desain yang selalu menitikberatkkan pada atmosfer yang begitu “anak muda”. Segar, keren, dengan artstyle yang siap untuk membuat kamu termanjakan. Berita baiknya, Atlus juga memastikan hal ini terjadi di Persona 5. Pendekatan yang begitu anak muda ini tak hanya melekat pada permainan warna atau atmosfer secara keseluruhan saja, tetapi juga semua hal-hal kecil seperti tata desain menu, layar kemenangan pertempuran, hingga waktu loading sekalipun. Seperti sebuah lem efektif yang menempel semua elemen yang ada untuk satu tujuan utama – menghadirkan pengalaman Persona yang kamu inginkan dan harapkan.

Maka hampir semua hal yang kamu temukan di game ini terasa keren dan penuh gaya. Berbeda dengan JRPG kebanyakan yang tak memperhatikan elemen-elemen “kecil” ini, Persona 5 memastikan bahwa kamu bisa menemukan pendekatan artistik seperti ini di setiap sudut. Menu terlihat berbeda dengan gaya tulisan unik dan permainan kontras warna yang super keren. Waktu loading juga tak hanya ditutup dengan sekedar tulisan “loading” dan sejenisnya, tetapi juga memuat kilasan aktivitas yang tengah terjadi. Jika kamu berada di kereta, maka kamu melihat sekelibat siluet para penumpang yang sibuk dengan aktivitas mereka sendiri-sendiri. Jika kamu tengah menjadi Phantom Thieves, maka waktu loading berubah menjadi animasi pendek sang karakterutama dengan kontras hitam dan putih yang keren. Aksi pamer kemenangan setelah pertarungan juga didesain dengan begitu ciamik, dan tak sekedar memperlihatkan karakter yang tengah diam dan sedikit bergaya untuk kemenangan. Pendekatan yang fantastis.

Walaupun crew domain sendiri tak bisa membandingkan seberapa realistis dunia yang ia tawarkan dibandingkan dengan kota aslinya, namun dunia yang dibangun Persona 5 juga mampu merepresentasikan tema urban yang selalu menjadi jati dirinya yang unik. kamu bisa berkunjung ke Akihabara dan menikmati Maid Cafe atau sekedar berbelanja elektronik, menikmati film-film layar lebar dengan lelucon di bagian judul yang tersebar di sudut kota, hingga menikmati nikmatnya “tersesat” di stasiun kereta dengan begitu banyak terminal yang masing-masing membawa kamu ke daerah yang berbeda. Menariknya, Atlus juga memastikan bahwa hampir semua hal yang mereka suntikkan di sini memang punya fungsinya masing-masing dalam gameplay, bahkan untuk sekedar mesin cuci sekalipun.

Satu hal yang juga membuat dunia ini lebih menarik adalah sensasi acak yang membuat kamu merasa hidup di sebuah dunia yang benar-benar nyata. Kita tidak sekedar bicara soal cuaca saja, tapi juga beragam event kecil yang sulit untuk diprediksi. Ketika berangkat pagi ke sekolah misalnya, kamu tidak akan selalu duduk. Ada kalanya, kamu justru harus berdiri dan berujung tak bisa membaca buku favorit kamu di kereta. Hal yang sama juga terjadi di event sekolah. Tanpa menggunakan walkthrough atau guide, kamu tak akan pernah bisa tahu kapan kamu akan mendapatkan pertanyaan acak dari guru kamu di pagi hari. Atau kapan tepatnya, teman-teman yang ingin kamu temui memang punya waktu dan berdiri di tempat mereka masing-masing.

Dari sisi presentasi, Persona 5 memang benar-benar mengagumkan. Dengan pendekatan cut-scene ala anime yang juga berakhir memukau, ia berhasil mencapai dua tujuan di mata crew domain: merepresentasikan sebuah game yang sangat “anak muda” dan tetap mempertahankan cita rasa sebagai sebuah game RPG yang lahir dari tangan dingin developer Jepang. Kombinasi yang akan membuat banyak gamer jatuh hati, sejak pkamungan pertama. Ingat, kita masih belum bicara soal musik yang ia usung.

Cerita Serius dan Gelap

kamu mungkin bisa mengagumi soal pendekatan estetika yang ditawarkan Atlus di Persona 5, namun soal cerita, kamu masih akan berhadapan dengan sebuah game JRPG yang gelap dan menyeramkan di saat yang sama. Menyeramkan bukan karena ia hadir dengan desain musuh yang mengagetkan atau sejenisnya, tetapi karena fakta bahwa masalah yang ia bawa ke atas permukaan sebenarnya adalah realita sosial yang pasti akan pernah kamu temui, bahkan hadapi di dunia nyata. Bahwa ini bukanlah sebuah game JRPG yang jatuh pada plot “klise” dimana seorang penjahat berusaha menguasai atau menghancurkan dunia tanpa motif yang jelas. Bahwa ini adalah usaha anak-anak muda yang sudah muak dengan orang dewasa yang seolah menolak untuk melihat masalah sosial yang ada dan berusaha menyelesaikannya.

Maka yang kamu temukan adalah masalah-masalah yang siap untuk membalikkan isi perut kamu. crew domain tentu tidak akan membicarakan plot lebih jauh, namun Palace pertama yang bisa kamu selesaikan dalam setidaknya 8 jam permainan pertama kamu sepertinya sudah memberikan insight yang jelas kira-kira pengalaman cerita seperti apa yang akan kamu dapatkan. Musuh pertama kamu adalah seorang guru mata keranjang yang menyalahgunakan otoritasnya sebagai seorang yang punya “kuasa” di sekolah. Seberapa rusak? Serusak usahanya untuk terus menyiksa anggota tim voli yang ia kepalai dengan ragam tindak kekerasan yang tak manusiawi atas nama kemenangan. Serusak aksinya melecehkan salah satu siswi secara seksual dengan iming-iming tempat di dalam tim, yang bahkan tak segan untuk mendekati temannya untuk hanya ingin menyalurkan hasratnya. Serusak aksinya untuk melihat sekolah yang penuh dengan energi anak –anak muda untuk tak berbeda dengan kastil pribadi, dimana ia raja dan semua murid berakhir sekedar budak, pelayan, atau gundik. Sebuah kondisi yang percaya atau tidak, juga tak sulit kamu temukan di dunia nyata.

Di atas semua artstyle keren yang ia tawarkan, Persona 5 hadir dengan sebuah cerita dan konsep yang serius. Ia memang mengusung elemen fiktif yang kental seperti pertarungan antar para monster yang disebut sebagai Persona, namun kondisi yang ingin diubah oleh The Phantom Thieves tak bisa dipkamung sebelah mata. Bahwa ini adalah kisah anak-anak muda idealis yang mendapatkan kekuatan dan keberanian untuk melakukan perubahan yang menurut mereka, diabaikan oleh orang dewasa begitu saja. Bahwa di tengah begitu banyak kasus plagiat, politisi busuk, tindak kriminal yang dilakukan secara eksplisit, hingga ketidakraguan untuk “menjilat” pimpinan atas nama karir, dunia bergerak tanpa mendapatkan reaksi yang seharusnya.

Berita baiknya? Dengan pendekatan seperti ini, setidaknya pergerakan dari satu kasus ke kasus lainnya, apalagi mengingat temanya yang cukup melekat dengan kondisi masyarakat urban saat ini, akan membuat kamu mendapatkan sebuah sensasi JRPG “unik” yang jarang dieksplorasi sebelumnya. Sesuatu yang mengkombinasikan sensasi realisme dan fantasi di satu ruang yang sama.

Tak Bisa Sembarang Serang!

Lantas, bagaimana dari sisi gameplay? Jika harus disederhanakan, JRPG merupakan sebuah game JRPG turn-based. Untuk kamu yang tak familiar, turn-based, seperti namanya, berarti memuat sistem pertarungan yang akan menuntut kamu untuk menyerang dan bertahan secara bergiliran melawan musuh. Selama kesempatan kamu, kamu bisa melakukan beragam aksi – dari menyerang, menggunakan magic, memakai item, bertahan, hingga lari kabur jika kamu merasa tak cukup kuat. Anggota tim di Persona 5 sendiri terdiri dari 4 orang yang bisa kamu pilih seiring progress, mengingat karakter playable yang juga akan ikut bertambah.

Namun tak seperti game JRPG turn-based biasanya, Persona 5 tidak mendasarkan kemenangan hanya pada seberapa kuat serangan fisik dari level karakter kamu. Pada akhirnya, ia adalah sebuah game dengan tingkat kesulitan tinggi, bahkan di level normal sekalipun. Bahwa alih-alih sekedar menekan tombol serang dan berharap untuk menang, kamu lebih dituntut untuk melakukan setidaknya dua hal: mengenal siapa lawan kamu dan bagaimana caranya untuk mengeksploitasi kelemahan yang mereka miliki. Jika berhasil melakukannya, kamu akan mendapatkan keuntungan dan kemudahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Karena pada akhirnya, fokus pertarungan bukan untuk membunuh satu musuh bergantian, tetapi untuk memicu All-Out Attack yang memuat keempat karakter kamu untuk menyerang bersamaan dalam sebuah animasi yang keren. Menghasilkan damage yang masif, serangan spesial ini hanya bisa terjadi jika semua musuh yang kamu hadapi jatuh ke dalam kondisi stun karena terpicu serangan oleh elemen yang menjadi kelemahan mereka. Dengan begitu banyak elemen yang dipresentasikan lewat rangkaian magic yang ada: api, es, angin, listrik, death, bless, nuklir, dan Psi, menemukan apa elemen kelemahan musuh menjadi sesuatu yang krusial untuk tampil gemilang di Persona 5. Maka hal yang perlu kamu lakukan? Membuka “tabir misteri” kelemahan untuk setiap musuh baru yang kamu temui dan kemudian mengeksploitasi hal tersebut dengan optimal. Menariknya? Ini juga akan mempengaruhi bagaimana tata susun party kamu bekerja.

Berbeda dengan sang karakter utama aka Joker yang bisa menggunakan banyak Persona dengan banyak elemen, tiap karakter pendukung seperti Morgana, Ann, atau Ryuji, memiliki elemen mereka masing-masing. Morgana, misalnya berfokus pada magic angin dan healing, sementara Ryuji mengusung Persona dengan serangan listrik dan fisik. Bisakah kamu membayangkan mimpi buruk ketika bertemu dengan satu musuh baru dan menemukan bahwa ternyata tak satupun karakter yang ada yang memiliki elemen kelemahannya? Dengan AI musuh yang terhitung cerdas dan punya damage yang cukup tinggi, bukan tak mungkin kamu akan “lenyap” dalam waktu begitu cepat. Ada dua solusi efektif, pertama adalah memastikan kamu membawa karakter yang memang tepat untuk dungeon yang ada. Solusi efektif yang lain? Memastikan Joker memenuhi perannya sebagai seorang “Joker” di dalam permainan kartu.

Joker di dalam beberapa permainan kartu memang identik dengan satu hal, fleksibilitas. Bahwa ia bisa berubah menjadi kartu apapun yang kamu inginkan jika dibutuhkan, seperti halnya dengan yang bisa kamu kejar di Persona 5 ini. Dengan kemampuan untuk menggunakan beragam Persona dan semua skill yang masing-masing ia usung, Joker bisa menutupi “celah” apapun yang muncul dari party yang kamu bawa. Jika kamu membawa tiga elemen misalnya: api, listrik, dan angin, maka Joker bisa memastikan diri memuat Persona dengan elemen yang tidak disediakan oleh tiga yang lain, seperti es, psi, nuklir, bless, dan death, misalnya. Dengan kebutuhan strategi seperti ini, maka esensial bagi Joker untuk menangkap sebanyak mungkin Persona yang bisa ia dapatkan.

Menangkap? Benar sekali, karena kamu tak harus membunuh setiap musuh yang kamu hadapi. Jika kamu berhasil membuat semua musuh dalam posisi stun setelah serangan dalam status “Weak” berhasil, kamu punya opsi dalam mode bernama “Hold-On”. kamu bisa melakukan serangan yang crew domain sebut sebelumnya, dan menghabisi mereka semua / sekedar menghasilkan damage super besar. Namun ada satu opsi lain yang bisa kamu lakukan, yakni mengajak mereka bergabung ke dalam tim kamu. Benar sekali, kamu bisa “menggoda” para monster ini untuk masuk sebagai list dari Persona yang bisa digunakan oleh Joker. Tiap monster akan terbagi ke dalam empat karakteristik kepribadian: Gloomy, Upbeat, Timid, dan Irritable yang berujung membutuhkan jawaban yang berbeda untuk setiap pertanyaan yang mereka lemparkan. Jika kamu menjawab benar, kamu bisa mengajak mereka bergabung. Namun tentu saja, dengan syarat bahwa level karakter kamu tidak lebih rendah. Namun jika kamu tak tertarik, selalu ada opsi untuk “memeras” uang dan item dari mereka.

Jika kamu tidak tertarikmelakukan aksi yang satu ini, ada opsi ekstra lainnya untuk mendapatkan Persona. Kembali dari seri-seri sebelumnya, kamu tetap punya kesempatan untuk masuk ke dalam Velvet Room dan bertemu dengan si karakter ikonik – Igor. Bersama dengannya, kamu bisa melebur beragam Persona yang sudah kamu miliki menjadi Persona yang baru, yang bisa berujung lebih kuat ataupun lebih lemah. Hasil Persona apa yang akan kamu dapatkan dari proses melebur tersebut akan terlihat jelas di sana, lengkap dengan skill apa yang bisa kamu wariskan dari sang “orang tua” yang meleburnya. Kerennya lagi? Velvet Room juga akan secara otomatis mendaftarkan semua Persona yang sempat kamu dapatkan dalam sebuah Compendium yang bisa kamu panggil kapanpun kamu inginkan dengan sejumlah uang. Seiring dengan progress hubungan kamu dengan Igor, lebih banyak varian peleburan akan bisa kamu lakukan, yang sekaligus esensial untuk menciptakan Persona yang lebih kuat.

Maka dengan semua elemen seperti ini, Persona 5 berakhir menjadi game JRPG yang tak sekedar mengkamulkakn serangan fisik untuk mencapai kemenangan. Dengan tingkat kesulitan yang ada, keharusan untuk mengembangkan strategi dan mempelajari musuh secepat mungkin menjadi sesuatu yang esensial. Apalagi perubahan yang ditawarkan tiap level dalam game, yang ikut bergerak sesuai cerita, juga tidak main-main. Lompatan level dan musuh yang kian cerdas dan mematikan akan membuat kamu tak berada di posisi yang menguntungkan dalam tiap pertarungan, apalagi jika musuh tersebut dibekali dengan ragam kemampuan buff-debuff yang membuatnya semakin menjengkelkan. Strategi lain yang bisa kamu tempuh adalah dengan menyerang musuh tersebut dari belakang, hingga menimbulkan efek Ambush ketika memulai pertarungan. Dengannya, kamu akan diberi kesempatan untuk menggunakan keempat karakter kamu terlebih dahulu sebelum berpindah giliran.

Untuk urusan terakhir ini, Persona 5 juga berhasil membuat sensasi stealth di sisi gameplay-nya menjadi sesuatu yang esensial. Mengikuti tema pencuri yang menjadi bintang utamanya, bergerak dalam bayangan dan penuh kehati-hatian tentu saja akan lebih tepat untuk mewakili atmosfer yang ada. Dengan keuntungan yang super optimal jika kamu berhasil melakukan ambush, kamu didorong untuk lebih berhati-hati mendekati tiap ancaman yang ada. Persona 5 menawarkan sistem cover mudah untuk membuat kamu lebih sulit untuk terdeteksi musuh, yang tentu saja, bisa kamu lanjutkan dengan mengeksekusi serangan ambush begitu mereka berada di jarak yang tepat. kamu juga akan diperkuat dengan kemampuan untuk melihat ala Eagle Vision di Assassin’s Creed untuk menemukan item berharga dan mengetahui seberapa kuat musuh di depan mata. Biru berarti musuh di level rendah, kuning di level setara, dan merah berarti lebih kuat. Sebuah JRPG yang berhasil melebur dengan konsep stealth? Sebuah pencapaian tersendiri, tentu saja.

Menjalani Hidup Sebagai Pelajar Remaja

Satu yang menarik dan membuat Persona 5 berbeda dengan game JRPG lainnya adalah fakta bahwa ia tidak sekedar berbicara soal peran kamu sebagai karakter protagonis yang menyelesaikan beragam dan masalah, yang akhirnya menyelamatkan dunia. Berapa banyak JRPG, seperti Final Fantasy VIII misalnya, yang berfokus pada kisah anak muda dengan latar belakang sekolah yang sama sekali tidak berfokus pada elemen tersebut. Bahwa tak seperti anak muda pada umumnya, karakter utama kamu seperti dibebaskan dari tanggung jawab kehidupan sehari-hari dan bebas untuk melakukan hal apapun yang ia inginkan tanpa konsekuensi memadai. Tapi tidak di Persona 5. Di luar peran kamu sebagai Phantom Thieves yang siap mencuri hati mereka yang jahat dan membuat dunia berakhir lebih baik, kamu tetap lah seorang pelajar yang menempuh sekolah tinggi untuk masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya, seperti seri-seri sebelumnya, Persona 5 juga membuat management waktu menjadi elemen gameplay yang esensial. kamu memang punya tugas untuk “membereskan” tiap Palace yang dibagi menurut cerita yang ada, namun kamu selalu akan diberikan batas waktu yang jelas. Dengan sistem permainan dimana aktivitas kamu akan dibagi dalam bentuk harian untuk sepanjang tahun, menjadi sesuatu yang esensial untuk menentukan dan memutuskan kapan untuk menyelesaikan Palace ini, yang tentu saja akan menawarkan tantangan tersendiri. Tidak jarang, terutama karena jumlah SP terbatas yang membuat kamu bisa berakhir tak bisa menggunakan magic untuk mengeksploitasi kelemahan musuh atau healing, kamu harus keluar terlebih dahulu dari Palace untuk rehat dan masuk kembali di hari yang lain. Begitu kamu melakukannya, kamu akan kehilangan 1 hari begitu saja.

Lantas, mengapa management waktu ini begitu penting? Bukankah waktu belasan hingga puluhan hari adalah jumlah yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan Palace yang ada? Benar sekali, namun sekali lagi, Persona 5 bukanlah JRPG “stkamur” seperti yang kamu pikirkan. Karena seperti halnya seorang manusia biasa yang sehat, kamu juga butuh menggunakan waktu yang ada untuk menyempurnakan diri kamu sebagai seorang manusia, dan bukannya sekedar sebagai protagonis yang berpotensi untuk menyelamatkan dunia. Ada dua hal yang bisa kamu lakukan dengan waktu ekstra ini, memperkuat Social Stats dan Confidant kamu. Dua hal yang harus kamu atur dengan matang mengingat di hari luang sekalipun, kamu hanya punya dua kesempatan untuk melakukan free-roam: After-school dan Evening. Tidak semua aktivitas yang tersedia di waktu After-school dan begitu pula sebaliknya.

Selain memperkuat status untuk bertarung, kamu juga harus memperkuat Social Stats kamu yang berisikan: Knowlegde, Guts, Profeciency, Charm, dan juga Kindness. Semakin tinggal levelnya, maka semakin “bersinar” pula karakteristik kepribadian kamu yang satu ini. Walaupun tak esensial untuk menyelesaikan cerita yang ada, namun kekuatan Social Stats kamu akan sangat membantu beragam aktivitas yang ada. Knowledge tinggi akan memperbesar kesempatan kamu untuk mendapatkan posisi ranking di kelas mengingat hari terakhir ujian yang berjalan otomatis (dimana kamu tak berkesempatan memilih jawaban), bergantung pada tingkat knowledge kamu. Profeciency misalnya kini membuat tangan kamu lebih terampil ketika meracik item ketika beraksi di dalam Palace, seperti merangkai Lockpick untuk membuka peti item yang terkunci, misalnya. Makin tinggi Profeciency kamu, semakin banyak jumlah Lockpick yang bisa kamu buat dalam satu kali kesempatan. Namun pada akhirnya, Social Stats akan berpengaruh besar pada Confidant mana saja yang bisa kamu dapatkan.

Seperti seri Persona sebelumnya, membangun Social Link aka Confidant adalah sesuatu yang penting di Persona 5 ini. kamu akan bertemu dengan beberapa karakter penting yang berperan tak ubahnya karakter “sampingan” yang hubungannya butuh kamu pererat dan jaga. Semakin sering kamu menghabiskan waktu dengan mereka, semakin tinggi pula kesempatan untuk membangun level Confidant yang lebih tinggi. Tiap Confidant akan merepresentasikan satu jenis kartu tarot, yang juga berasosiasi kuat dengan varian Persona yang bisa kamu racik di Velvet Room. Semakin tinggi Confidant kamu sesuai dengan tarot tersebut, maka Persona yang baru saja kamu racik dan kebetulan punya asosiasi tarot yang sama, akan mendapatkan bonus EXP Points secara instan. Di akhir, begitu level Confidant kamu sudah maksimal, kamu akan berkesempatan untuk membangun Persona terkuat untuk masing-masing darinya.

Namun tak sampai di sana saja. Berbeda dengan Persona sebelumnya yang membatasi Social Links hanya pada kesempatan untuk menciptakan Persona lebih kuat saja, Persona 5 juga menyuntikkan keuntungan sendiri di luar cerita sampingan yang bisa kamu selesaikan bersama dengan tiap karakter Confidant yang ada. Semakin tinggi level yang ada, semakin banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Membangun Confidant dengan Takemi, seorang dokter super keren dengan praktik absurdnya, akan memungkinkan kamu untuk membeli varian obat penyembuh dalam pertempuran yang lebih efektif. Terus membangun hubungan yang kuat dengan Mishima – admin untuk situs fans Phantom Thieves, akan memungkinkan party mendapatkan EXP dari pertarungan dengan lebih efektif. Atau “bersahabat” dengan Sojiro yang sudah dengan baik hati menampung kamu akan memungkinkan kamu untuk meracik kopi dan kari yang siap menyembuhkan SP kamu, yang tentu saja esensial untuk memastikan kamu tak usah sering keluar bolak-balik Palace. Bergantung pada gaya permainan yang ingin kamu usung, akan ada beberapa Confidant yang akan membuat perjalanan kamu menjadi lebih mudah dan sederhana.

Dari tadi kita berbicara soal Confidant yang tak terhubung dengan party kamu sendiri. Lantas, bagaimana jika kamu berfokus memperkuat hubungan dengan Morgana, Ann, atau Ryuji, misalnya? Maka lebih banyak aksi yang bisa kamu tempuh akan mengemuka dari sana, membuat mereka jadi ally yang lebih bisa dikamulkan dalam pertempuran. Mereka akan belajar soal “Baton Pass” yang memungkinkan kamu memberikan giliran ekstra yang kamu dapatkan dari eksploitasi kelemahan musuh ke karakter lain, atau bahkan, melindungi sang karakter utama dari kematian secara instan. Salah satu karakter dalam party yang berperan sebagai support – Futaba, bahkan punya skill yang bisa menganulir skill sekuat dan sebesar apapun dari musuh tanpa menghasilkan damage apapun, walaupun sangat bergantung pada faktor RNG. Jika kamu berhasil menciptakan Confidant level MAX (level 10) untuk karakter-karakter ini, Persona mereka juga akan berevolusi menjadi bentuk baru dengan skill tambahan yang membuatnya lebih kuat. Ada efek ekstra berbeda dibandingkan dengan Confidant yang tak bisa kamu bawa ke pertempuran.

Maka dengan sistem seperti ini, management waktu membuat Persona 5 bahkan lebih rumit dari yang seharusnya. Apakah kamu ingin menghabiskan hari ini untuk memastikan progress Palace sejauh mungkin? Apakah kamu harus membereskan semuanya atau sekedar memastikan diri berakhir di safe room terbaru sekuat jumlah SP membawa kamu? Atau kamu ingin menghabiskan hari ini bersama dengan Confidant tertentu dan menaikkan level Social Links yang ada? Atau jangan-jangan, kamu lebih memilih untuk belajar di kafe terdekat dan bersiap menghadapi ujian tengah semester yang akan diselenggarakan minggu depan? Kebebasan untuk menentukan apa yang ingin kamu lakukan dengan waktu terbatas yang kamu miliki adalah salah satu esensi dan sekaligus, daya tarik Persona 5. Apalagi kamu juga akan punya dungeon ekstra bernama Mementos yang akan memuat cerita sampingan dan boss berbeda yang bisa kamu jelajahi untuk ekstra exp, item, dan juga ending terbaik yang bisa kamu dapatkan di sini. Jadi, apa yang hendak kamu lakukan hari ini?

Waifu War!!!

Jika kamu menganggap bahwa kemampuan membangun level Confidant berhenti sampai di sana saja, Persona 5 punya satu sistem ekstra lainnya yang bahkan membuat kemampuan sosial kamu sebagai seorang remaja pria tampan yang baru di tiba kota yang baru semakin “bersinar”. Benar sekali, kamu bisa berkencan dengan hampir semua karakter wanita yang juga menjadi bagian dari Confidant yang ada. Jika kamu sudah mencapai setidaknya level 9 atau 10, tiap karakter wanita ini, terlepas dari apakah ia terlibat dalama pertarungan atau tidak, akan bisa berakhir menjadi belahan hati kamu. Tak hanya itu saja, jika kamu cukup berengsek atau gila, kamu bahkan bisa mengencani beberapa dari mereka sekaligus, tentunya dengan konsekuensi tertentu.

Satu yang fantastis dari sistem ini adalah kehebatan Atlus untuk membuat tiap karakter wanita ini punya kepribadian dan karakteristik yang berbeda. Seberapa unik? Cukup unik untuk membuat “Waifu War” yang intens terjadi. Untuk kamu yang tak terlalu familiar dengan istilah ini, Waifu merupakan sebutan yang sering dilemparkan oleh para Otaku di Jepang untuk menyebut karakter wanita anime / game dua dimensi mereka sebagai karakter favorit atau yang mereka idam-idamkan. Sesuatu yang mungkin saja terjadi di Persona 5 ini.

kamu akan bertemu dengan Ann, seorang remaja wanita dengan wajah manis dan tubuh ala model yang siap mengorbankan segala sesuatunya demi seorang sahabat. Ada Takemi, dokter dengan dkamunan sangar yang super pintar, Makoto – sang ketua OSIS yang tegas tetapi punya otak yang cemerlang, Futaba – seorang Hikikomori (orang yang tak ingin keluar ruangan) dengan kemampuan teknologi tinggi. kamu juga akan berhadapan dengan Chihaya, sang peramal yang tertarik dengan kemampuan kamu untuk mengubah hati orang lain, Oya Ichiko seorang wartawan yang terobsesi dengan kerja Phantom Thieves, hingga Ifumi – seorang jago catur Jepang yang selalu membayangkan pertarungan yang ia jalani layaknya sebuah medan pertempuran raksasa. Yang terakhir dan yang menurut crew domain pribadi paling keren? Tentu saja guru kamu – Sadayo Kawacrew domain. Benar sekali, kamu bisa mengencani guru kamu sendiri!

Setiap karakter wanita yang kamu pilih kerennya, akan sangat mampu merepresentasikan sebuah hubungan romantis yang sesungguhnya, setidaknya dari pilihan crew domain yang jatuh pada sosok Ann. Tak sekedar hubungan yang akan berlanjut ke tingkat lebih selanjutnya dan kata-kata manis yang siap untuk meluluhkan hati kamu, tetapi juga kemampuan Persona 5 untuk memastikan bahwa kamu akan mendapatkan ekstra scene di sana-sini. Seperti ketika saat Ryuji bertanya soal masa depan Joker, misalnya. Jika kamu memilih bahwa kamu ingin segera berumah tangga dan cepat memiliki anak, kamu akan melihat Ann yang tengah berada dalam satu ruangan dengan kamu untuk tersipu malu. Atau ketik a kamu baru menyelesaikan event sekolah di musim panas, misalnya. Ketika semua teman kamu sudah pulang, dan kamu juga ingin menuju ke rumah, Ann akan mengirimkan pesan khusus ke perangkat pintar kamu untuk meminta kamu menunda hal tersebut dan menghabiskan waktu dengannya. kamu akan menikmati waktu kencan kamu, sesuatu yang tak akan terjadi jika kamu tidak memilih wanita yang lain. Momen-momen unik seperti ini membuat kerja keras kamu terbayarkan.

Dan semuanya dibungkus dengan daya tarik yang memang sulit untuk ditolak. Jika kamu cukup “nakal”, Persona 5 selalu memberikan kesempatan bagi kamu untuk selingkuh, walaupun crew domain sendiri tak menjajal opsi tersebut karena konsekuensi negatif yang mungkin terjadi. Berita buruknya? kamu tidak bisa memutuskan begitu saja hubungan yang sudah kamu tetapkan sebelumnya. Berita baiknya? Dengan kesadaran kamu sendiri, kamu tetap bisa membangun Confidant level maksimum (level 10), tanpa harus membangun romantis apapun dengan karakter wanita manapun. kamu ingin berakhir menjadi cowok keren tanpa pasangan? Silakan saja, walaupun crew domain sendiri akan kesulitan untuk memahami apa yang menjadi pondasi dari keputusan kamu tersebut.

Musik

kamu tidak bisa membicarakan sebuah seri Persona tanpa mengagumi konten musik yang ia tawarkan. Untuk memperkuat cita rasanya sebagai sebuah JRPG dengan pendekatan yang “sangat” anak muda, musik tentu memainkan peran yang penting. crew domain sendiri tak bisa menjelaskan apakah pantas ia dikategorikan ke dalam jazz atau tidak, namun pendekatan musik “kafe”-nya yang tenang dengan lyric yang didengungkan oleh penyanyi asal Jepang – Lyn membuatnya berakhir jadi pengalaman yang fantastis. Bahwa hampir semua musik yang ia tawarkan, dari sekedar soundtrack ketika merayakan kemenangan hingga sekedar saat santai ketika melewati hari sebagai seorang pelajar akan jadi sesuatu yang bisa kamu nikmati di perangkat musik portable kamu. Baik dengan lirik ataupun tanpa lirik, musik Persona 5 tetap menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Salah satu lagu yang crew domain favoritkan adalah “Beneath the Mask”, tentu saja dengan Lyn sebagai vokal. Musik ini selalu mengalun di suasana yang santai, memperkuat atmosfer yang ada. Tak hanya alunan musik lembutnya saja yang siap untuk membuat kamu jatuh hati, tetapi juga kombinasi lirik yang menarik, misterius, dan memperkuat tema yang ada. Satu yang menarik? Tak semua musik yang kamu dapatkan hadir dengan genre seperti ini. Beberapa di antaranya hadir mengejutkan dengan pendekatan yang berbeda, seperti ketika kamu berbelanja di toko senjata, misalnya. Ia berubah menjadi sebuah musik misterius dengan beat yang cukup unik. Variasi ini tentu membuat Persona 5 tetap terasa segar dan unik di saat yang sama.

Segala sesuatunya berubah menjadi lebih mengagumkan ketika musik musik ini mulai dipadukan dengan ragam cut-scene yang ada, baik yang diambil dari in-game engine ataupun dipresentasikan dengan gaya anime yang jadi ciri-khasnya. Kombinasi seperti ini akan kian membuktikan mengapa musik selalu jadi alasan yang kuat mengapa banyak gamer berakhir jatuh hati dengan Persona 5. It’s beautiful!

Voice Act Inggris yang Solid

Jika kamu cukup mengikuti sepak terjang JagatPlay, maka kamu sudah tahu bahwa crew domain tidak termasuk gamer yang mengusung ideologi bahwa sebuah game Jepang sudah selayaknya hanya nyaman untuk dimainkan dalam bahasa Jepang. Jika voice acts bahasa Inggris terdengar memadai, crew domain tak akan ragu untuk memilihnya dibandingkan bahasa Jepang. Namun tidak jarang, apalagi jika temanya memang mengakar kuat pada apa yang hanya bisa kamu temukan di Jepang saja, bahasa original dengan subs bahasa Inggris menjadi sesuatu yang esensial. Lantas, bagaimana dengan Persona 5 itu sendiri? Berita baiknya, ini adalah salah satu JRPG dengan dubs bahasa Inggris yang solid.

Berbeda dengan Tokyo Mirage Sessions #FE, game JRPG lain racikan Atlus yang menurut crew domain lebih nyaman untuk dicicipi dalam bahasa Jepang karena tema idol yang ditonjolkan di sana, voice acting bahasa Jepang untuk Persona 5 tak jadi keharusan untuk crew domain. Menariknya, ada karakter-karakter yang justru berhasil diproyeksikan dengan lebih baik di versi Inggris, seperti intonasi Futaba yang lebih terasa canggung dan dingin dibandingkan dengan versi Jepangnya, atau sekedar Sojiro yang memperlihatkan aura yang lebih tua dan bijak. Namun karakter lain seperti Sae dan Makoto, misalnya, terasa lebih optimal dengan bahasa Jepang. Ini mungkin berujung pada masalah preferensi pribadi, namun sulit untuk tidak mengakui, bahwa alunan musik dari Lyn yang sebagian besar liriknya berbahasa Inggris membuat bahasa internasional menemukan “tempatnya”.

Lantas, bagaimana dengan proses translasinya secara keseluruhan? Walaupun crew domain tak punya bahan pembanding untuk berbicara soal akurasinya, namun pilihan kata yang diambil bisa dibilang tepat. Referensi pada beberapa kultur pop seperti “kucing dengan kantong ajaib” yang menuju pada Doraemon, misalnya, bisa sangat bisa dimengerti. Walaupun harus diakui bahwa ada sedikit rasa canggung ketika menjawab pertanyaan dari para guru untuk konten Jepang yang kentara, seperti ketika membahas tokoh sejarah atau sekedar tulisan kanji, misalnya. Pendekatan seperti ini memang membuat kamu belajar sedikit soal Jepang untuk hal-hal kecil yang mungkin tak pernah kamu perhatikan sebelumnya, namun harus diakui, akan mustahil kamu jawab jika kamu tak mengerti dalam budaya Jepang, sejarahnya, atau sekedar pengetahuan yang seharusnya umum di sana.

Kesimpulan

Jadi apa yang bisa disimpulkan dari Persona 5? Tak ada kata lain, selain luar biasa. Bahwa untuk sebuah stkamur JRPG, ini adalah sebuah produk yang nyaris sempurna. Atlus berhasil membuat setiap detik penantian yang terjadi karena beberapa kali proses penundaan berakhir manis dan memenuhi setiap harapan yang ada. Ia tetap mengakar pada sensasi Persona yang selama ini dikenal para fans, dengan kekuatan untuk melebur desain visual, gameplay, musik, karakter, hingga cerita dalam satu harmoni yang benar-benar manis, menyempurnakan sebuah franchise yang sudah punya daya tarik dan kualitas di masa lalu. Ini adalah sebuah seri yang tetap menunjukkan identitas yang kuat dalam kualitas yang pantas untuk dilirik, sebuah pengalaman JRPG yang sayang untuk dilewatkan.

Bahkan jika harus berbicara jujur, Persona 5 adalah sebuah game yang nyaris sempurna, tanpa ada keluhan yang pantas untuk dibicarakan sama sekali. Kita berbicara soal sebuah game yang bahkan mampu meracik layar loading-nya dengan begitu baik dan variatif, hingga kamu bahkan bisa “menikmati” waktu tunggu yang berjalan sekitar beberapa detik. Kita juga berbicara soal game JRPG yang juga memuat tingkat kesulitan yang cukup menantang di level Normal sekalipun, tetapi juga rasional untuk diselesaikan di saat yang sama.

Tapi tentu saja, ada beberapa kekurangan yang tak signifikan muncul di sini. Selain translasi untuk beberapa soal, terutama soal budaya Jepang, yang masih terasa “kasar”, progress cerita yang bergerak lambat dan cukup bertele-tele juga jadi catatan tersendiri. Yang menjengkelkan sejauh ini untuk crew domain pribadi? Begitu cerewetnya Morgana yang terus mencegah kamu untuk keluar dari kamar dan meminta kamu untuk beristirahat lebih awal karena event tertentu. Jika memang itu yang terjadi, mengapa tidak melakukan skip event dan bergerak ke esok harinya? Karena pada akhirnya, kamu tidak bisa melakukan apapun di kamar kamu juga. Morgana akan mencegah kamu keluar kamar, tidak membolehkan kamu menonton televisi atau bermain game, meminta kamu untuk melakukan crafting, bahkan sekedar turuns sejenak untuk menyapa Sojiro. WHY?!!!

Namun saja, kekurangan ini tak bisa dibilang signifikan, bahkan tak pantas untuk dipertimbangkan sama sekali. Dengan semua daya tarik seperti ini, sulit rasanya bagi hati kamu untuk tidak tercuri oleh para Phantom Thieves dari Persona 5. Bukan karena hati kamu begitu kotor dan jahat, tetapi karena pesona aksi mereka dari semua elemen yang sulit untuk dijawab dengan kata “Tidak”. Persona 5 adalah sebuah game JRPG penuh gaya, menantang, dan mengagumkan di saat yang sama, sebuah pendekatan yang nyaris sempurna. Luar biasa!

Kelebihan

  • Pendekatan Artstyle
  • Desain karakter yang manis
  • Gameplay turn-based yang butuh strategi
  • Tingkat kesulitan yang menantang
  • Musik yang fantastis
  • Waifu War! (Ann is the bae)
  • Konsep management waktu
  • Menjalani hidup sebagai “pelajar” biasa
  • Confidant yang menarik untuk dikejar untuk ekstra buff
  • Waktu gameplay yang menyentuh puluhan – ratusan jam
  • New Game+ dengan ekstra tantangan
  • Desain Persona yang super duper keren!
  • Tiap Palace punya tema, tantangan, dan puzzle-nya sendiri-sendiri
  • Kualitas cut-scene ala anime jempolan
  • Dual-Audio

Kekurangan

  • Beberapa translasi masih terasa kasar
  • Morgana yang terlalu cerewet ketika “mengurung” kamu di kamar