Review God Of War: Chain Of Olympus

god of war chain of olympus

Siapa yang tidak mengenal game serial god of war? Sebuah game RPG Action yang akan membuat anda betah di depan layar kaca anda. Kali ini, kami akan sekilas mereview game god of war: chain of olympus yang pertama kali dikeluarkan di console playstation portable. Unsur dewasa dan sadis sudah menjadi paket mutlak yang tersaji dalam game serial God Of War, tidak terkecuali pada game ini.

Jika anda pernah bermain game god of war keluaran sebelumnya, nama kratos, seorang hantu Spartan dengan kekuatan yang menandingi para dewa akan tetap menjadi karakter utama anda dalam god of war: chain of olympus ini. Sejarah dan masa lalu Kratos akan menjadi menu utama yang ditampilkan dalam game ini. Terlebih jika anda senang dengan game yang memiliki desain grafis yang luar biasa, god of war: chain of olympus saat ini sudah bisa dimainkan melalui playstation 3.

Ini adalah prekuel dari game God of War pertama

Bercerita tentang kehidupan Kratos sebelum ia mengalahkan Ares, kali ini kamu diajak berpetualang untuk menyelamatkan dunia (karena terpaksa). Kisah utama game ini berkisar di konspirasi antara seorang Goddess dan beberapa partnernya untuk menghancurkan dunia ini, yang disebabkan oleh…sakit hati.

Ada beberapa misteri yang mulai terungkap di game ini, namun tidak sedikit juga malah misteri-misteri yang baru muncul dan membuat kamu tambah bingung. Walaupun saya merasa secara cerita game ini tidak begitu esensial (karena tidak termasuk trilogi utamanya), tapi elemen sejarah dan kisah hidup Kratos menjadi daya tarik tersendiri.

Di game ini, Kratos juga bertemu beberapa teman lamanya, yang membuat saya merasa kalau masa lalu Kratos bisa jadi lebih dalam dari yang saya kira. Bagi yang sudah terpukau dengan game-game sebelumnya, dan penasaran dengan mitologi Yunani versi God of War, maka game ini akan membuat kamu lebih paham kenapa ini begitu, dan kenapa itu begini.

Kamu harus adaptasi terhadap kontrol game

Kamu tahu sendiri kalau main di PSP kegesitan tangan kita berkurang disebabkan desain PSP yang kurang ergonomis untuk tangan kita. Kalau main pakai DualShock akan jauh lebih enak, karena memang didesain khusus agar tangan kita nyaman.

Bayangkan saja, harus mencet sana-sini dan gerakkin analog dengan sangat cepat tapi pergerakan jari kita dibatasi oleh desain PSP-nya sendiri. Dalam kasus saya, hanya beberapa jam maka saya sudah bisa beradaptasi dengan kontrol game ini, walaupun memang tidak begitu nyaman.

Setelah bermain beberapa jam, maka keringat yang saya hasilkan membuat PSP saya berasa licin dan agak susah digenggam.Karena masalah tersebut, saya sarankan kamu beli crystal case atau silicon case untuk PSP, selain agar performa bermain bertambah, juga agar PSP tidak kotor kena keringat.

Tapi dijamin kamu bakal lebih nyaman dan puas kalau memainkan versi HD-nya yang sudah ada di PS3.

Ada beberapa senjata baru

Saya tidak mau menyebut senjata apa, karena itu akan menjadi spoiler. Tapi yang jelas, senjata-senjata ini bukanlah tipikal senjata pada game hack and slash pada umumnya (yang biasanya berupa pedang atau tombak).

Beberapa stage cuma bisa dilalui kalau kita sudah memiliki senjata-senjata spesial tersebut, jadi mau tidak mau kita harus mendapatkan senjata tersebut. Saya sendiri tidak merasa bosan, karena variasi serangan menjadi lebih banyak, dan ada beberapa musuh yang jauh lebih gampang dikalahkan dengan senjata-senjata baru ini.

Saran saya, upgrade dulu senjata utama kamu, yaitu Blades of Chaos, karena senjata inilah yang bakal lebih sering kamu gunakan. Dan satu lagi, ketika semua senjata kamu sudah diupgrade sampai level maksimal, maka permainan akan terasa jauh lebih mudah dan seru.

Sadis, namun banyak puzzle dan minigame

Dalam game yang terkenal karena kesadisannya ini, ada banyak variasi finishing moves untuk berbagai macam musuh. Ada yang badannya ditarik hingga terbelah, ada yang kepalanya digorok hingga lepas dari tubuhnya, dan ada juga yang cukup diinjak langsung mati (harpies biasanya).

Gore dan violence merupakan element yang membuat game ini terkenal di kalangan gamer dewasa (walaupun banyak anak kecil yang main juga). Dan juga merupakan sebuah ciri khas God of War untuk menyelipkan puzzle yang harus diselesaikan untuk bisa melewati stage-stage tertentu.

Namun tidak usah khawatir, karena puzzle yang ada tidak begitu sulit (setidaknya bagi saya). Kalau kamu kebingungan, maka tarik nafas dalam-dalam, minum air putih secukupnya, dan coba lagi. Kalau masih gagal, saya yakin kamu bakal buka YouTube dan buka guidenya.

Dan satu lagi, yaitu sex minigame. Yang ini memang sudah jadi ciri khas God of War, yaitu minigame bercinta dengan (selalu) dua perempuan sekaligus. Lumayan lah buat nambah red orb buat upgrade senjata kamu.

Rolling lebih sulit karena tidak ada analog kanan

Di God of War versi PS2, untuk rolling sangat mudah, tinggal goyangkan analog kanan saja ke arah yang kita mau, namun tidak dengan versi PSP. Desain PSP yang tidak begitu ergonomis mengakibatkan kontrol di game ini cukup sulit dan menambah beban hidup.

Padahal rolling merupakan elemen yang sangat penting dalam game ini karena beberapa serangan musuh tidak bisa diblock sama sekali. Dalam game ini, rolling menjadi susah, karena kita juga diharus menekan kedua tombol L + R secara bersamaan dengan analog kiri.

Tapi, bagi yang memainkan game ini di versi PS3-nya, maka kontrol kembali menjadi mudah lagi karena telah disesuaikan dengan DualShock 3. Tapi berhubung saya seorang completionist, saya memainkan kedua versinya, baik yang PSP maupun yang PS3.

Game akan lebih mudah jika mengetahui lokasi chest

Chest dalam game God of War ada macam-macam. Ada yang berisi nyawa, magic, red orb, Gorgon Eye, dan juga Phoenix Feather. Dua item yang saya sebut terakhir hanya terdapat di chest khusus yang bentuknya berbeda dibanding chest biasa. Dan kedua item tersebut juga merupakan item yang sangat penting karena mereka bisa membuat health dan magic jagoan kita bertambah kapasitasnya.

Bukan cuma itu, kalau kapasitas health dan magic kamu sudah penuh, maka special chest berikutnya akan berisi nyawa dan magic yang jumlahnya cukup banyak. Terlebih kalau kamu berniat menyelesaikan game ini dalam God Mode, maka mengoleksi semua item tersebut menjadi wajib untuk meningkatkan kemungkinan kamu survive.

Saya mencoba membuka semua chest tanpa guide, dan alhasil saya tidak berhasil mendapatkan semuanya. Akhirnya saya mengulang gameplay dan kali ini menggunakan guide supaya semua chest bisa didapatkan.

Skill challenge

Challenge tersebut bernama Challenge of Hades dan terdiri dari 5 challenge yang mempunyai objective berbeda-beda tiap challenge. Ada yang mengharuskan kita membunuh semua musuh dalam batas waktu tertentu, ada juga yang mengharuskan kita membunuh semua musuh tanpa terkena hit sama sekali.

Bagi kamu yang completionist (seperti saya), wajib hukumnya menyelesaikan challenge ini. Bagi yang kesulitan, silakan tonton guide-nya di YouTube agar tahu trik-trik untuk bisa menyelesaikan challenge ini.

Beberapa challenge ternyata sangat mudah untuk diselesaikan apabila kita tahu triknya. Sisanya memang butuh skill, kesabaran, waktu, dan juga willpower yang mencukupi. Untuk meng-unlock challenge tersebut, cukup selesaikan game ini dalam difficulty apapun.

Extra content

Juga merupakan ciri khas God of War, untuk memberikan bonus-bonus dan juga secret atau extra content apabila berhasil menyelesaikan challenge dan juga difficulty paling susah. Selain bonus standar, ada beberapa bonus yang ter-unlock apabila Challenge of Hades dan God Mode berhasil ditaklukkan, yaitu:

  • Environments Concept Art
  • Making of Attica (proses pembuatan level Attica dalam game)
  • Outtakes Concept Art
  • The Lost Levels (level yang tidak jadi dimasukkan ke dalam game)

Bagi gamer kasual yang tidak tertarik untuk menamatkan 100% game ini, YouTube mungkin menjadi sahabat terbaik untuk bisa menikmati extra content tersebut. Tapi bagi gamer completionist macam saya, akan lebih puas kalau bisa menikmati extra content tersebut dengan cara yang “seharusnya”. Extra contentnya pun cukup berharga dan bisa dinikmati, karena saya jadi tahu seperti apa desain karakter-karakter dalam game tersebut sebelum jadi versi finalnya.

Perjuangan Menyelesaikan God Mode

Saya dari awal ingin menamatkan dalam semua difficulty, yaitu Mortal (Easy), Hero (Medium), Spartan (Hard), dan God (Very Hard). Yang saya bold adalah alasan ditulisnya poin ini. Untuk ketiga difficulty lainnya sih menurut saya tidak susah-susah banget, nah yang bikin saya pusing adalah difficulty God mode ini. Namanya aja God, berarti cuma dewa yang bisa. Gamer dewa maksudnya. Yang bikin susah apa sih?

  • damage senjata kamu berkurang drastis
  • musuh yang lebih cerdas
  • kena hit dua kali dijamin mati

Oh dan saya sudah mati sampe ratusan kali (jujur). Bahkan beberapa kali mati konyol karena diserang oleh kroco-kroco yang notabene bukan boss sama sekali. Kalau kamu pikir Kratos itu sadis, coba mainkan God Mode, mungkin kamu akan merasa kalau hidup ini kejam. Saking susahnya, setelah berhasil menamatkan game ini dalam semua difficulty, semua savedatanya saya kopi ke komputer agar jadi kenang-kenangan sekaligus backup.

Secara garis besar, game ini tetap termasuk epik

Game ini merupakan eksekusi yang cukup bagus dan apik, mengingat tim developer berani membawa judul yang melegenda ke dalam versi handheld. Tidak heran kalau rating game ini sangatlah bagus di berbagai macam situs-situs game lainnya. Dengan keterbatasan hardware PSP, menurut saya game ini memang sangat bagus dibanding game-game PSP pada umumnya.

Loading di beberapa tempat mungkin mengganggu keasikan kita bermain, tapi itu wajar mengingat UMD punya kecepatan transfer data yang lebih lambat dibanding memory stick. Selain lebih lambat, main pakai UMD juga akan menguras baterai lebih cepat dibanding main versi digital. Biar lebih nyaman, solusinya adalah memainkan versi digital yang bisa dibeli di PSN atau bahkan memainkan versi HD di PS3 (sangat saya rekomendasikan).