Review Digimon Story: Cyber Sleuth – Hacker’s Memory

Digimon Story Cyber Sleuth - Hacker's Memory

Sejak lebih dari satu dekade, franchise Digimon sudah memberikan pengaruh besar dalam perkembangan industri video game dengan rilisnya berbagai seri game. Tapi jika bicara soal mana yang menawarkan kualitas terbaik dan mudah untuk diikuti oleh pemain pendatang baru, maka seri Digimon Story: Cyber Sleuth adalah alternatif terbaik.

Berbeda dari kebanyakan seri Digimon yang lebih memfokuskan genre fighting, Cyber Sleuth adalah seri pendatang baru dengan fokus jalan cerita yang lebih dalam. Tidak berbeda jauh dengan kebanyakan game JRPG berbasis turn-based, kamu juga akan disuguhkan dengan mekanisme lain yang tidak kalah familiar.

Berkat kesuksesan seri pertamanya yang dirilis pada tahun 2015 lalu, Bandai Namco akhirnya memutuskan untuk membuat seri kelanjutannya yang berjudul Digimon Story: Cyber Sleuth – Hacker’s Memory. Masih mengusung konsep serupa, apakah Hacker’s Memory dapat menjadi suksesor yang lebih baik? Daripada penasaran, yuk! simak ulasan lengkap domain crew dibawah ini.

Jalan Cerita

Game ini bercerita tentang seorang remaja sekolah bernama Keisuke Amazawa, dimana akun utamanya yang menyimpan identitas dan rahasia diri telah diretas oleh seroang hacker. Karena kejadian ini, Keisuke terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena tidak adanya identitas yang dimiliki. Untuk mendapatkan kembali akun miliknya yang berhasil diretas, Keisuke akhirnya bergabung dengan grup hacker bernama Hudie, dan menjalani rutinitas barunya sebagai seorang hacker.

Sebagai karakter utama, Keisuke sebenarnya hanyalah remaja polos yang juga mengalami nasib sama dengan ribuan orang lainnya. Jika bukan dari Yu Nogi dan teman-temannya dari grup Hudie yang terus memperhatikannya, Keisuke pasti hanyalah karakter biasa yang pasrah dengan nasibnya. Pendekatan jalan cerita yang penuh arti kehidupan dan juga potret dari kehidupan nyata yang sangat bisa dipahami oleh anak muda, menjadikan suatu konsep paling unik yang pernah ditawarkan oleh game Digimon.

Gameplay Dalam Dunia Nyata dan Virtual

Beralih ke gameplay, Hacker’s Memory membagi siklus gameplay dalam dunia nyata dan dunia virtual bernama EDEN. Dalam dunia nyata kamu bisa mengelilingi kota, berinteraksi dengan NPC, memicu event dari sebuah kejadian, hingga membeli perlengkapan item di Nakano Broadway. Ragam aktifitas yang kamu lakukan dalam dunia virtual lebih mengarah pada penyelidikan kasus dan menjalani serangkaian misi yang berhubungan dengan organisasi hacker.

Untuk memudahkan pengaturan quest dan akses masuk dalam dunia virtual, kamu sudah difasilitasi oleh perangkat PC. Ada empat fitur utama yang bisa diakses, yaitu BBS (untuk menerima permintaan quest), EDEN (akses masuk dunia virtual), Hacker’s Memory (rekaman pendek dari aktifitas anggota hacker lainnya), dan DigiLab (pusat perawatan Digimon).

Saat melakukan eksplorasi dalam EDEN, kamu akan menemui random encounter seperti kebanyakan game JRPG klasik. Mekanisme gameplay turn-based masih terhitung standar, tapi tempo permainan berlangsung dengan cukup cepat karena animasi serangan yang lebih dipersingkat. Kamu bisa menggunakan serangan dengan elemen khusus yang tentunya memakan SP, atau sekedar serangan HP standar. Saat adanya trigger giliran khusus, kamu bisa mengkombinasikan serangan dari tiga Digimon menjadi chain attack.

Variasi Fitur Lengkap dan Menarik Untuk Penggemar Digimon

Semua fitur dalam game ini berpusat pada sistem PC yang dimiliki Keisuke. Salah satunya saja kamu bisa masuk dalam fasilitas DigiLab yang menawarkan banyak sarana seperti network battle yang memungkinkan kamu untuk bertanding dengan pemain lain dari seluruh dunia. Meningkatkan kekuatan Digimon tidak hanya bisa didapat dengan melakukan grinding dan level-up, tapi kamu juga bisa melatih mereka dalam DigiFarm.

Untuk membuat Digimon menjadi lebih kuat, mempelajari skill baru, dan berevolusi menjadi wujud yang lebih keren, kamu bisa melakukan semua itu dengan mengakses DigiBank. Selain fitur yang ditawarkan oleh DigiLab, kamu hanya bisa melakukan pengaturan komposisi party, skill yang digunakan, dan membalas percakapan dari pesan singkat teman hacker lainnya.

Kesimpulan

Tetap setia dengan konsep yang ditawarkan oleh seri pendahulunya, Hacker’s Memory tidak hanya berhasil menggunakan asset yang sudah ada dengan maksimal, tapi justru membawanya pada tingkatan lebih unik dari sebuah game Digimon. Walaupun tidak begitu cocok dengan gamer pendatang baru yang belum memainkan seri pendahulunya, tapi game ini berhasil menutupi kekurangan tersebut dengan akses fitur yang terorganisir.

Jalan cerita yang solid, salah satu karakter protagonis paling unik dalam sebuah game JRPG, hingga mekanisme gameplay klasik yang tetap adiktif dan seru untuk dimainkan. Jika kamu penggemar seri JRPG berkualitas khususnya dari franchise Digimon, maka Digimon Story: Cyber Sleuth – Hacker’s Memory adalah game yang pastinya wajib untuk kamu coba.