Review Assassin’s Creed: Bloodlines – Action RPG Game

Assassin's Creed Bloodlines

Setelah meraih kesuksesan yang cukup bagus dari Assassin’s Creed pertama di konsol, Ubisoft pun langsung mulai mengerjakan sekuel dari franchise tersebut. kamu tentu tahu bahwa sampai sekarang, sudah ada dua sekuel dari Assassin’s Creed ini, yakni Assassin’s Creed 2 dan juga Assassin’s Creed: Bloodlines yang berperan sebagai jembatan antara Assassin’s Creed pertama dengan Assassin’s Creed 2. Sekarang yang akan crew domain review adalah Assassin’s Creed: Bloodlines. Menurut crew domain, hasilnya sebenarnya cukup bagus, tapi sayang ada beberapa hal yang masih membuat game ini terasa kurang enak dan seru untuk dimainkan, terutama dalam hal kontrol serta beberapa bug yang menyusahkan saat bermain.

Dalam Bloodlines, kamu akan disuguhi dengan kisah yang mengambil setting waktu setelah Assassin’s Creed. Kamu masih akan tetap berperan sebagai Altair. Disini, Altair telah menyandera Maria dimana ia sedang mencoba mengejar para Templar yang telah melarikan diri. Jejak tersebut membawanya ke Cyprus, sebuah pulau yang telah kacau akibat kericuhan antara Templar dengan pihak pemberontak. Nah, beda halnya dengan Assassin’s Creed dan Assassin’s Creed 2, disini kamu tidak akan mengetahui sebenarnya siapakah sebenarnya Altair itu. Jadi, apabila kamu adalah orang yang belum pernah memainkan seri pertamanya, maka crew domain yakin kamu akan kebingungan.

Apabila kamu adalah penggemar berat dari game ini, maka crew domain sangat yakin kalau kamu pasti akan sangat tertarik untuk melihat Assassin’s Creed versi handheld. Bloodlines ini berhasil menggambarkan seluruh penampilan dasar dari game Assassin’s Creed dalam sebuah handheld, mulai dari kota, cara berlari serta sistem memanjat yang merupakan salah satu aspek yang membuat game ini menjadi menarik. Tentu saja ini adalah sebuah perkembangan yang cukup pesat untuk handheld PlayStation Portable ini.

Begitu kamu memulai permainan, Altair sudah memiliki seluruh senjata yang ia gunakan, mulai dari pedang, belati, pisau assassin dan juga pisau lempar. Kebanyakan waktu, kamu akan menggunakan semua senjata tersebut untuk membunuh para penjaga yang bertebaran di peta ataupun musuh yang sedang kamu incar. Tapi disini jugalah muncul banyak sekali kekurangan. Mulai dari cara membunuh dengan stealth sampai dengan usahanya untuk membaur di keramaian tidak berhasil disajikan dengan baik disini.

Bloodlines akan memiliki banyak sekali misi yang bisa kamu jalankan, mulai dari membunuh orang yang diincar dalam kurun waktu tertentu sampai dengan membunuh orang tertentu tanpa ketahuan musuh. Tapi untuk tugas yang terakhir, kamu akan jarang sekali menemukan misi seperti itu. Itu berarti, kamu hanya akan mengandalkan pedang dan belati yang ada pada Altair. Sedangkan pisau assassin yang ada di lengan Altair paling cocok untuk digunakan saat kamu ingin membunuh penjaga secara diam-diam. Hanya saja, kamu juga tidak akan menemukan banyak sekali misi seperti itu. Bahkan menurut crew domain, ini lebih tepat untuk disebut sebagai sebuah game yang hanya memiliki satu misi utama saja, yaitu menjalankan misi yang diberikan oleh game tersebut.

Area yang disediakan oleh game ini juga tidak terlalu banyak dan cenderung mirip satu sama lain. Setiap kali kamu berganti peta, kamu akan dihadapkan dengan loading screen dan itu juga tidak terlalu lama apabila kamu telah meng-install game tersebut ke dalam PSP kamu. Di setiap peta, kadang kamu akan bertemu dengan istana yang sudah barang tentu dipenuhi oleh penjaga-penjaga yang merepotkan. Tapi apabila kamu cukup handal dan mengerti bagaimana cara untuk membalas serangan musuh, maka crew domain yakin kamu tidak akan kesulitan dalam melakukannya. Satu hal yang crew domain yakin, kamu pasti akan lebih sering menggunakan gerakan untuk membalas serangan musuh daripada serangan seperti membanting dan menghindar dari serangan musuh karena memang gerakan itulah yang paling efektif dalam game ini.

Untunglah gerakan-gerakan seperti berlari dan memanjat disini cukup bisa diandalkan, walau sering juga muncul gerakan yang tidak crew domain inginkan. Walau begitu, crew domain tetap menganggap bahwa kontrol dari game ini adalah kelemahan terbesarnya. Sudut pandang kamera yang digunakan termasuk kurang cocok dan sering sekali menjadi penghambat terbesar saat sedang mencoba melakukan sesuatu.

Komentar terakhir dari crew domain, Assassin’s Creed: Bloodlines ini hanya akan menarik bagi mereka yang telah mengikuti dunia yang ada dalam Assassin’s Creed. Memang game ini cukup mampu menyajikan atmosfer yang ada dalam Assassin’s Creed, tapi sayangnya, kontrol yang menyulitkan menjadi penghambat dari permainan ini. Ditambah lagi, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan ini juga terhitung sangat pendek. crew domain bisa menyelesaikan game ini hanya dengan waktu sekitar enam jam saja. Bukan sebuah game yang panjang dan patut untuk dimainkan ulang lagi setelah tamat.