Kingdom Hearts 3 – Sora Is Back With A New Enemy

kingdom hearts 3

Kingdom Hearts adalah sebuah game yang “aneh”, sebuah status yang tetap bertahan selama belasan tahun terakhir ini. Bagaimana tidak? Kita berbicara soal sebuah game yang cukup gila untuk menggabungkan dunia Final Fantasy dan Disney di satu ruang yang sama, membangun karakter original sebagai karakter utama, kemudian meracik plot yang membuat kedua dunia ini bertemu satu sama lain. Namun siapa yang menyangka, dengan kisah yang menguatkan diri pada peran persahabatan dan perjuangan melawan sesuatu yang terlihat mustahil untuk ditundukkan, Kingdom Hearts berujung jadi sebuah proyek yang sukses. Proyek sukses sama yang kemudian “jatuh” ke dalam plot super kompleks dengan begitu banyak seri sebelum pada akhirnya masuk ke seri utama terbaru – Kingdom Hearts 3.

kalian yang sudah membaca artikel preview tim domain sebelumnya tentu sudah punya gambaran yang lebih jelas terkait Kingdom Hearts 3. Implementasi Unreal Engine 4 sebagai basis akhirnya membawa game ini ke presentasi yang secara visual relevan dengan industri game saat ini. Kemampuannya untuk mempresentasikan beragam dunia Disney yang masing-masing punya gaya visual mereka sendiri-sendiri, dari yang punya cita rasa kartun kental hingga yang benar-benar realistis dilakukan dengan baik di seri ketiga ini. Tentu saja, Square Enix juga menyuntikkan mekanik baru bagi pertarungan Sora, dari kemampuan untuk menggonta-ganti Keyblade hingga menggunakan beragam serangan spesial berbasiskan atraksi yang ada. Kesan pertama yang ia tawarkan memang positif.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kingdom Hearts 3? Mengapa tim domain menyebutnya sebagai game yang kembali membuka pintu hati? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk kalian.

Plot

Jika kalian bertanya pada sebagian gamer yang mencintai Kingdom Hearts soal aspek yang menurut mereka paling kompleks terkait franchise ini, maka kalian akan menemukan satu kata – “PLOT”. Benar sekali, kisah terkait kolaborasi dunia Final Fantasy dan Disney ini jatuh ke dalam pusaran kompleksitas seiring dengan jumlah seri yang tersedia di pasaran, lintas platform. Ingat, tidak ada seri “Spin-off” di Kingdom Hearts. Semua seri yang bukan seri utama sekalipun, termasuk game mobile-nya berkontribusi pada plot yang akhirnya, meruncing ke seri ketiga ini.

Kingdom Hearts 3 adalah akumulasi dari semua benang merah yang begitu kusut ini dan diposisikan sebagai sekuel langsung dari apa yang terjadi di Kingdom Hearts: Dream Drop Distance. Sora akhirnya berhadapan dengan sang musuh – Xehanort yang baru saja menjelajahi waktu untuk mengumpulkan 13 sosok kegelapan untuk sebuah motivasi yang jelas – mencari tahu dan menguasai isi sebuah entitas misterius bernama Kingdom Hearts. Sementara di sisi lain, di sisi cahaya, perjuangan untuk mengumpulkan 7 Ksatria Keyblade untuk menghadapi 13 sosok Kegelapan ini pun dimulai!

Bagi Sora yang gagal untuk ujian “Mastery” nya sebagai seorang Keyblade Wielder, ia harus membangkitkan kembali kekuatan utamanya yang sempat terlupakan karena kejadian di seri-seri sebelumnya. Bersama Donald dan Goofy, ia harus mengunjungi kembali dunia-dunia Disney yang ada, baik baru ataupun lama untuk menemukan “kata kunci” demi membangkitkan kekuatannya. Di sisi yang sama, dengan sudah berkumpulnya setidaknya 5 orang Keyblade Wielder – Sora, Riku, Mickey, Lea (Axel), dan Kairi, sisi cahaya masih harus mengumpulkan lagi 2 orang yang sudah ditakdirkan tersebut. Seperti yang bisa diprediksi, kedua orang tersebut adalah Ksatria Keyblade “senior” mereka – Aqua dan Ventus yang kini terjebak di dua lokasi yang berbeda.

Sementara itu, plot yang lain juga ikut berjalan. Baik Maleficent dan Pete yang merupakan tokoh antagonis di seri pertama kini terlibat dalam aksi pencarian sebuah “Kotak Hitam” misterius dengan mengunjungi setiap dunia yang mereka kenali. “Kotak Hitam” yang sama ini ternyata juga menjadi motivasi pergerakan anggota baru “13 Kegelapan” aka New Organization XIII yang sepertinya juga tertarik dengan objek yang sama. Misteri ini terselubung dengan pergerakan begitu banyak variasi Xehanort yang kini mulai tidak ragu menampakkan diri di hadapan Sora.

Lantas, bagaimana petempuran antara 7 cahaya dan 13 kegelapan ini akan berakhir? Apa juga yang menjadi motivasi Xehanort? Apa isi Kingdom Hearts yang sebenarnya? Bagaimana semua plot super kompleks tersebut akan berakhir? kalian tentu saja harus memainkan Kingdom Hearts 3 (dan mungkin semua Kingdom Hearts yang lain) untuk bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang satu ini.

Visual dan Musik Memesona

Berpindah dari Luminous Engine di proses pengembangan perdana ke Unreal Engine 4 untuk kemudahan, Kingdom Hearts 3 berhasil memesona. Fleksibilitas engine milik Epic Games ini untuk meracik semua dunia Disney yang masing-masing memiliki karakteristik visualnya sendiri dan memang selalu dijadikan prioritas oleh Kingdom Hears selama ini berujung memesona. Di dunia yang tepat, visualisasinya begitu memesona.

Dengan kualitas visualisasi dengan gaya kartun yang masih kuat namun dengan detail visual lebih baik, terutama dengan efek partikel yang kini lebih banyak dan penuh warna, Kingdom Hearts 3 memang terlihat memanjakan mata. Dunia yang selama ini kalian nikmati dengan keterbatasan perangkat keras di generasi Playstation 2, Nintendo 3DS, dan PSP kini akhirnya mengemuka dalam bentuk visual dan detail yang lebih mengagumkan. Salah satu hal yang cukup mengejutkan dari peningkatan performa ini adalah kesempatan untuk menyertakan lebih banyak unit musuh dalam satu kali pertarungan yang tentu saja tidak hanya membuat sensasi gameplay menjadi lebih seru dan solid, tetapi juga lebih efektif untuk menciptakan ilusi pertempuran dalam skala lebih epik. Ini tidak hanya terjadi di event khusus saja, tetapi juga di beberapa area level biasa.

Fleksibilitas Unreal Engine 4 untuk mereka ulang dunia Disney dalam visualisasi yang seharusnya memang mengagumkan. Di dunia untuk film berbasis CGI milik Disney seperti Tangled dan Frozen, penonton versi film-nya pasti mengetahui soal gerak kepala “patah-patah” yang terkadang muncul untuk merefleksikan pergerakan, tentu lengkap dengan ekspresi wajah di dalamnya.

Untuk urusan yang satu ini, Kingdom Hearts 3 berhasil memvisualisasikan hal tersebut dengan akurat dan menciptakan visualisasi film CGI Disney dengan begitu akurat, apalagi dengan komitmen untuk mereka ulang beberapa momen penting di dalamnya. Kita berbicara soal detail sekelas menghadirkan momen musikal Frozen “Let it Go” yang tak terhindarkan. Ketika masuk ke dalam Pirates of the Carribean, engine yang sama juga berhasil meracik visualisasi yang begitu dekat dengan dunia nyata. Jack Sparrow yang notabene diperankan oleh Johnny Depp berserta dengan semua karakter yang lain yang semuanya diperankan oleh aktor dunia nyata terlihat fantastis.

Memang, dibandingkan dengan variasi dunia lain, dunia yang dipilih oleh Square Enix untuk Kingdom Hearts 3 memang tidak mengusung perubahan desain kostum yang gila, hingga tidak ada yang pantas untuk dipuji. Tidak ada perubahan segila menjadi singa kecil ketika berada di dunia Lion King atau hadir dengan pakaian penuh cahaya seperti dunia Tron.

Dunia baru Kingdom Hearts 3 seperti Tangled dan Frozen tetap menggunakan kostum original Sora, sementara dunia lain seperti San Fransokyo misalnya hanya menghadirkan satu set headset VR saja dengan pakaian yang sama. Beberapa dunia yang mengusung perubahan kostum juga tidak terlihat seberapa kreatif dan memesona. Perubahan kostum di Monstropolis terlihat buruk dan kurang inspiratif dibandingkan pendekatan serupa ala Nightmare Before Christmas di seri-seri sebelumnya atau kostum ToyBox yang tidak seberapa kuat dibandingkan dunia “Timeless River” di Kingdom Hearts II misalnya. Ada sedikit rasa kekecewaan di keputusan desain seperti ini. Walaupun variasi-variasi kostum ini kini lebih dialihkan ke gameplay yang nanti akan kita bicarakan, namun harus diakui ia punya level apresiasi yang berbeda. Namun setidaknya ia sedikit terobati dengan desain kota San Fransokyo yang diposisikan sebagai kota luas terbuka yang punya ruang vertikal dan horizontal yang menarik.

Untuk urusan OST, kembalinya Utada Hikaru untuk seri ketiga ini tentu saja adalah keputusan yang pantas untuk disambut dengan tangan terbuka. tim domain bisa saja bias, namun sebagai gamer yang mencintai OST Kingdom Hearts sejak seri pertama, dua lagu yang ia tawarkan di sini – “Don’t Think Twice / Chikai” untuk lagu ending dan “Face My Fears” bersama dengan Skrillex menjalankan tugasnya dengan baik untuk mendukung tema cerita utama Kingdom Hearts 3 dan mengguggah emosi di momen yang tepat.

Yang justru perlu dikeluhkan adalah background music yang terkadang terasa tidak cocok, apalagi ketika ia mengalun di tengah dialog antar karakter yang seharusnya punya konotasi tema tertentu namun berujung bertolak belakang dengan musik itu sendiri. Misalnya? Ketika pembicaraan super serius justru mengalun dengan musik riang. Kingdom Hearts 3 butuh waktu untuk membiarkan beberapa momen diisi keheningan, alih-alih membiarkan musik terus mengalun.

Bersama dengan kedua sisi yang tetap setia dengan cita rasa Kingdom Hearts dan berujung memesona di sebagian besar skenario ini, Square Enix juga tetap mempertahankan pendekatan cut-scene berbasis CGI untuk memperkuat sisi cerita yang ada. Hasilnya selalu memesona. Dari film pembuka dengan “Face my Fears” di latar belakang untuk memberikan sedikit gambaran soal cerita yang sudah terjadi sejauh ini hingga pertarungan di atas Flying Dutchman untuk akhir kisah Pirates of the Carribean. Namun yang paling fantastis? Tentu saja “Final Fantasy dalam dunia Toy Story” – Verum Rex yang menawarkan trailer keren dengan animasi yang begitu khas Final Fantasy.

Maka dari sisi presentasi visual dan audio, sebagain besar yang ditawarkan Kingdom Hearts 3 memang tepat sasaran dan membuatnya terasa seperti game generasi terkini yang seharusnya. Namun bagi fans seri lawasnya, komparasinya tidak terhindarkan. Ada beberapa hal yang terasa seperti kelemahan yang pantas untuk dibicarakan, namun sebagian besar dari mereka, akan memanjakan mata dan hati kalian.

Berkompromi dengan Tingkat Kesulitan

Secara garis besar, Kingdom Hearts 3 mengusung gameplay yang tidak banyak berbeda dengan seri-seri Kingdom Hearts sebelumnya. Ia adalah sebuah game action RPG yang menuntut kalian untuk memilih command dan mengeksekusinya secara instan. Tentu saja ada pilihan shortcut untuk memudahkan kalian mengakses beragam magic atau skill secara cepat, terutama jika pertarungan tengah berjalan secara intens. kalian akan bertarung dari satu area ke area yang lain dengan tujuan utama membersihkan musuh-musuh dari varian kelompok: Heartless, Nobodies, dan Unversed yang datang dengan bentuk berbeda tergantung dunia dan tentu saja, efek serangan yang berbeda pula. Sensasi action yang cepat dengan kombinasi serangan penuh pergerakan yang juga akan memudahkan kalian mengunci dan berpindah target tetap ditawarkan di sini.

Tentu saja, Square Enix menawarkan sesuatu yang baru untuk Sora yang dari sisi cerita, tentu lebih kuat dibandingkan seri-seri sebelumnya ini. Sayangnya, tidak diwujudkan dalam bentuk dual-wielding yang begitu dirindukan. Ada dua sistem baru yang diimplementasikan untuk Kingdom Hearts 3: pertama, Sora kini bisa membawa tiga buah Keyblade ke dalam pertarungan secara langsung dan bisa digonta-ganti secara real-time jika dibutuhkan. Mengingat setiap Keyblade punya optimalisasi berbeda di status yang ia dukung seperti Attack, Magic, atau Balance, ia menawarkan fleksibiltas yang belum ada di seri Kingdom Hearts sebelumnya. Sementara yang kedua adalah Formchange – dimana Keyblade saat ini bisa berubah bentuk, menawarkan bentuk yang baru dan karakteristik serangan yang berbeda-beda. Kesempatan untuk mengakses perubahan bentuk ini ditentukan oleh sebuah bar kecil atas baris command yang jika penuh terisi, akan memungkinkan kalian untuk mengeksekusinya. Beberapa Keyblade bahkan tidak hanya mengusung satu, tetapi juga dua perubahan bentuk dengan sistem yang sama.

Di antara kedua sistem baru di sistem pertarungan ini, Formchange memang menawarkan pengalaman baru yang lebih signifikan. Sementara kesempatan untuk membawa tiga Keyblade tidak akan banyak berpengaruh mengingat seperti halnya tim domain, tim domain yakin kalian juga akan berujung jatuh hati pada satu varian Keyblade saja dan terus menggunakannya di pertarungan-pertarungan selanjutnya tanpa melakukan gonta-ganti untuk ekstra fleksibilitas. Perubahan antara Keyblade bisa terhitung begitu minim, tanpa fungsi yang benar-benr spesifik berbeda, hingga Keyblade dengan damage fisik terbesar yang memungkinkan kalian menghabiskan HP musuh dengan cepat biasanya paling menggoda.

Yang paling signifikan terletak pada Formchange yang kini mengubah sensasi pertarungan Kingdom Hearts 3 itu sendiri. Sebagian besar perubahan bentuk ini akan menawarkan tidak hanya bentuk baru, tetapi juga jenis serangan biasa dan pemungkas yang biasanya lebih efektif dan mematikan. Beberapa bisa berubah jadi dual-gun dengan fokus serangan range, yang lainnya menjadi tombak, panci masak, palu raksasa, hingga tongkat sihir yang bisa menembakkan ledakan-ledakan kecil di sekitarnya. Formchange akan menjadi salah satu mekanik yang paling sering kalian gunakan. Dengan hanya mengumpulkan serangan kombinasi dan mengaksesnya dengan 1 tombol saja, kalian akan langsung otomatis lebih kuat.

Karena percaya atau tidak, hampir sebagian besar perubahan Formchange yang ditawarkan oleh Kingdom Hearts 3 memang membuatnya terasa overpowered, terutama saat melawan musuh kebanyakan. Mereka seolah didesain untuk mempermudah pertempuran dan memudahkan untuk menghabisi banyak musuh sekaligus tanpa konsekuensi yang berarti. kalian hanya perlu mengumpulkan bar kombinasi serangan, tanpa resource yang perlu dikorbankan, untuk secara konsisten mengaksesnya. Makin alot dan makin banyak musuh yang kalian hadapi, makin sering dan besar kesempatan untuk mengaksesnya, semakin sering kalian punya serangan Keyblade lebih mumpuni dan pemungkas dengan efek AOE yang mematikan, yang kesemuanya tentu membuat kalian lebih mudah menang. Masih kurang cukup? kalian juga bisa menggunakan serangan lain bernama “Shotlocks” dengan menggunakan resource Focus untuk menghasilkan serangan range yang juga punya damage besar.

Lebih parahnya lagi? Kingdom Hearts 3 menyuntikkan beberapa sistem lain yang seolah diracik untuk “memanjakan” kalian, bahkan di tingkat kesulitan lebih tinggi sekalipun. Salah satunya adalah sistem baru bernama “Rage Form”. Efeknya memang tidak berbeda dengan Formchange yang melekat pada setiap Keyblade, tetapi Rage Form diposisikan layaknya “Limit Break” dari Final Fantasy. Begitu Sora berada dalam kondisi kritis, opsi ini akan muncul dan membuat Sora benar-benar overpowered. Mengusung warna hitam seperti bentuk Heartless, Rage Form membuat semua jenis serangannya punya range besar, dalam animasi teleport yang membuatnya sulit untuk terkena serangan musuh, punya waktu aktif cukup lama, dan serangan pemungkas yang bisa menghabisi area dengan begitu efektifnya. Ini adalah bentuk yang benar-benar Overpowered.

Masih belum cukup? Kingdom Hearts 3 juga menyuntikkan sistem pertarungan lain bernama Attractions. Dengan menyerang musuh spesifik yang punya ikon kotak berwarna hijau di sekitar tubuhnya, kalian akan memicu respon sebuah serangan spesial yang disebut “Attraction” – dimana ia mengambil bentuk beragam wahana taman hiburan Disney, dari kapal ala kora-kora, cangkir memutar, hingga arung jeram di dalamnya. Bentuknya yang penuh warna dengan efek yang atraktif memang membuat kalian akan menikmatinya di awal-awal permainan. Namun saat dipikirkan lebih matang, Attraction juga menjadi “ruang” bagi Square Enix untuk memanjakan gamer lebih daripada apa yang kalian pikirkan. Mengapa? Karena setiap Attraction ini, apapun jenisnya, adalah serangan berbasis AOE dengan damage lumayan dengan efek invincibility juga di atasnya. Dengan demikian ini berarti kalian tidak akan bisa diserang dan mendapatkan damage selama mengakses mode ini (kecuali untuk Attraction berbentuk tank) tetapi bisa menghasilkan damage untuk musuh-musuh di sekitar kalian. Ini membuat pertarungan super ramai dan sulit sekalipun, bahkan saat melawan boss, menjadi lebih bisa ditangani atau bahkan, terasa begitu mudah.

Dengan kombinasi sistem yang baru ini, terutama untuk kombinasi Formchange + Rage Mode Trigger + Attractions, sistem pertarungan Kingdom Hearts 3 memang terasa penuh warna, keren, dan penuh efek partikel yang tidak akan pernah membosankan. Namun di sisi lain, ia benar-benar membuat skenario pertempuran yang kalian lewati, sesulit apapun itu, akan berujung mudah untuk ditundukkan. Hanya dengan mengakses skill-skill yang tidak butuh resource untuk dikorbankan dan sejenisnya, kalian bisa mengaplikasikan damage AOE dengan begitu cepat dan dahsyat, hingga pertarungan selalu terasa berat sebelah. Apakah ini strategi Square Enix untuk menarik gamer casual? Mungkin saja. Namun bagi gamer veteran Kingdom Hearts, pertarungan melawan para Heartless, Nobodies, dan Unversed ini berubah menjadi semacam atraksi dangkal tanpa strategi yang mumpuni. Semuanya bisa diselesaikan dengan melakukan spam Formchange + Attraction dan mengaktifkan Rage Form jika terdesak.

Namun bukan berarti semua hal baru yang ditawarkan Kingdom Hearts 3 berujung tidak menambah keseruan bentuk gameplay dalam bentuk apapun. Jika ada satu hal yang berhasil mereka eksekusi dengan fantastis adalah Gummi Ship. Untuk kalian yang tidak familiar, Gummi Ship merupakan kapal utama yang digunakan Sora dkk untuk bergerak dari satu dunia ke dunia lain dengan sistem bongkar pasang ala LEGO. Jadi alih-alih bertahan dengan satu bentuk, kalian bisa mengumpulkan beragam komponen LEGO yang ada dan kemudian berkreasi untuk meracik kapal luar angkasa favorit kalian, lengkap dengan status dan varian senjata mereka.

Tidak seperti Kingdom Hearts 1, dimana porsi Gummi Ship bergerak begitu linear, Kingdom Hearts 3 mengubah sesi permainan luar angkasa ini sebagai game eksplorasi yang terbuka. Ada ruang besar yang bisa kalian eksplorasi, dari sekedar melawan kapal-kapal musuh, mengumpulkan bahan material untuk proses crafting dengan menghancurkan meteor-meteor di sekitar, hingga menaklukkan boss-boss kapal raksasa yang menantang di lokasi yang spesifik. Berselancar dengan pesawat racikan kalian sendiri di sebuah ruang penuh aktivitas yang luas ini menjadi salah satu bagian terasyik Kingdom Hearts 3. Percaya atau tidak, kalian akan sering memanfaatkannya mengumpulkan resouce, apalagi untuk proses crafting dan upgrade.

Untuk mencegah sensasi repetitif yang mungkin dari muncul dari bentuk gameplay lugas dimana kalian akan banyak bergerak dari cerita – bertarung – cerita – bertarung selama proses permainan, Kingdom Hearts 3 memberikan variasi gameplay dengan mekanik berbeda di beberapa titik untuk menghilangkan sensasi repetitif yang ada. Di dunia ToyStory, kalian bisa mengendarai mecha dan bertarung dengannya. Di San Fronsokyo, dunia Big Hero 6, ada pertarungan scripted yang meminta kalian untuk mengendarai dan bertarung dengan menggunakan BayMax. Yang paling signifikan tentu saja terletak di dunia Pirates of the Carribean yang kini super luas, dibagi atas pulau-pulau kecil, dimana kalian kini berperan sebagai bajak laut yang sesungguhnya. Pertarungan melawan Heartless kini dilakukan sebagai pertarungan kapal dengan mekanik sederhana, lengkap dengan serangan spesial di dalamnya. Ada keseruan tersendiri di dalamnya.

Karena Kingdom Hearts 3 kini juga menawarkan sistem upgrade Keyblade, di luar fitur Synthesis yang memungkinkan kalian untuk menciptakan senjata, item, dan aksesoris selama kalian punya material yang dipinta oleh Moogle. Sistem upgrade Keyblade ini berjalan super sederhana, dimana kalian bisa memperkuat Keyblade manapun yang kalian inginkan dengan kejelasan soal status mana saja yang berubah. Di Level tertentu, beberapa Keyblade bahkan akan menyuntikkan Skill pasif di dalamnya, seperti membuat MP kalian beregenerasi dengan lebih cepat misalnya. Kingdom Hearts 3 juga dengan jelas mengkategorikan mana Keyblade yang kuat di serangan fisik, serangan magic, atau berimbang di antara keduanya.

Untuk kalian yang senang dengan proses grinding khas Kingdom Hearts untuk mendapatkan senjata terkuat – Ultima Weapon, tenang saja, kalian tetap akan mendapatkan hal tersebut di sini. Dengan kebutuhan untuk mengumpulkan material-material langka yang tersebar di hampir semua dunia yang ada, kesenangan menghabiskan waktu kalian untuk mengumpulkan setiap dari mereka akan terbayarkan manis dengan varian Ultima Weapon yang sepertinya pantas disebut, terkuat di antara semua seri Kingdom Hearts selama ini. Ada tantangan juga yang bisa kalian selesaikan di end-game nantinya, tentu dengan Secret Boss yang siap membuat kalian frustrasi, apalagi jika kalian tidak melengkapi diri dengan level, equipment, dan varian Keyblade yang menurut kalian efektif untuk menundukkannya.

Di tengah-tengah semua plot serius untuk menyelamatkan dunia dari ancaman Xehanort ini, Sora dkk tentu tidak melewatkan waktu untuk bersenang-senang. Ada segudang mini-game yang bisa kalian nikmati di Kingdom Hearts 3, dari menikmati pertarungan mecha sebagai bagian dari Verum Rex, menikmati ice sliding untuk mengumpulkan point di Arendelle, hingga serangkaian game “gimbot” klasik yang bisa kalian kumpulkan dengan nama Classic Kingdom. Menyelesaikan mini game seperti ini biasanya akan berujung menghasilkan reward material langka dan Abilities yang tidak ingin kalian lewatkan. Mini-game seperti “7 Flan Princess” yang baru terbuka sebagai konten end-game bahkan, punya trophy dan esensial untuk meracik senjata terkuat di Kingdom Hearts 3.

Maka dengan semua perubahan dan penambahan yang ia tambahkan di sisi gameplay saat bertarung, terutama untuk masalah Formchange + Attraction, Kingdom Hearts 3 memang terasa menyegarkan dan lebih memanjakan mata berkat efek-efek yang mengikutinya. Namun di sisi lain, fakta bahwa mereka semua bisa dipicu dengan resiko minim dan tanpa harus mengorbankan apapun, membuat mereka terasa over-powered dan mudah disalahgunakan. Konsekuensinya adalah absennya pertarungan yang benar-benar menantang, terutama di pertarungan non-boss.

Tidak Bersahabat untuk Gamer Pendatang Baru

Dengan hype yang mengelilingi nama Kingdom Hearts 3, terutama aktifnya diskusi di dunia maya terkait bagaimana menakjubkannya sejarah franchise ini hingga ia tercipta, meme soal kompleksitas cerita, hingga bagaimana persona Youtube dan media gaming bereaksi terhadap pengumumannya beberapa tahun yang lalu, tidak sedikit gamer yang langsung tertarik untuk menjajalnya dan berusaha memahami apa yang membuat namanya begitu tenar di masa lalu. Square Enix seharusnya memahami hype yang satu ini dan tak sulit untuk melihatnya sebagai sesuatu yang potensial untuk dieksplorasi. Pertanyaannya kini tentu saja satu – apakah bijak untuk terjun langsung masuk ke Kingdom Hearts 3 jika kalian hanya memainkan Kingdom Hearts 1 & 2 saja? Atau bahkan lebih buruknya lagi, tidak pernah menyentuh Kingdom Hearts sama sekali?

Apa yang dilakukan Square Enix selama setidaknya dua tahun terakhir ini sepertinya sudah menjadi indikasi yang jelas apa yang mereka inginkan dan apa yang kalian butuhkan untuk bisa menikmati Kingdom Hearts 3 secara penuh. Aksi Square Enix untuk melakukan proses Remaster untuk judul-judul lawas yang sempat meluncur, termasuk meracik “ χ Back Cover” yang notabene merupakan cerita lengkap soal Keyblade War yang dieksplorasi oleh versi yang sempatmeluncur untuk pasar mobile sepertinya cukup untuk memberikan kalian jawaban yang pasti. Bahwa semua rilis ulang dalam bentuk Remaster dan beberapa kali bundle release ini bukan sekedar untuk mengeksploitasi popularitas franchise-nya saja. Tetapi mempersiapkan kalian untuk bisa mengerti cerita di Kingdom Hearts 3 dan menikmatinya secara optimal.

Karena harus diingat, seperti yang sempat tim domain bicarakan sebelumnya, tidak ada cerita “spin-off” di Kingdom Hearts. Semua seri yang dilepas ke pasaran dan tersebar di beragam platform dari Nintendo 3DS, PSP, mobile, hingga Playstation 4 dan tidak mengusung angka utama sekalipun, semuanya punya cerita yang canon. Ini berarti kisah yang mereka usung, dari bagaimana Sora tertangkap di dunia data, ketika Riku berkonflik dengan sebuah entitas baru bernama Replica, atau bagaimana Sora bertemu dengan Dream Eater dalam format gameplay ala Pokemon, semuanya dihitung sebagai cerita utama dan berkontribusi di cerita Kingdom Hearts 3 ini. Tidak ada satupun dari seri ini yang tidak penting!

Cara sederhana untuk menjelaskan seri-seri Kingdom Hearts selama ini adalah membandingkan SAGA-nya dengan cara Marvel menangani universe Avengers misalnya, dari titik Iron Man pertama hingga Avengers: Infinity War tahun lalu. Gamer yang memainkan hanya Kingdom Hearts 1 dan 2 seperti orang yang hanya menonton Avengers 1 dan Avengers 2 dan kemudian langsung lompat ke Infinity War. Bayangkan betapa bingungnya kalian ketika melihat ada sosok seperti Black Panther, bagaimana kapal Thor bisa terperangkap di luar angkasa tepat di luar bumi, bagaimana Hulk bisa berakhir di sana, dan bagaimana Captain America kini berada di pengasingan. kalian kenal beberapa elemen di sana-sini, kenal dengan karakter seperti Thor atau Scarlet Witch, namun kalian tidak akan paham apa yang terjadi. Sementara gamer yang belum pernah bermain Kingdom Hearts dan langsung melompat ke seri ketiga ini? Bayangkan orang yang menonton untuk pertama kalinya – Avengers: Infinity War. Bayangkan.

Karena memang harus diakui, begitu jugalah cara Kingdom Hearts 3 menangani cerita yang ada. Cut-scene flashback yang mereka sediakan via konten tambahan yang ditawarkan tidak akan banyak membantu kalian menangkap apa yang sedang terjadi, terutama ketika berbicara soal istilah “sederhana” seperti Heartless, Nobodies, dan Unversed dan apa yang membedakan mereka. Atau mengapa Ventus dan Roxas misalnya, punya wujud yang mirip satu sama lain, sementara Sora berujung mirip dengan salah satu musuh penting – Vanitas. Kingdom Hearts 3 langsung memulai kisah secara lugas dari apa yang terjadi di Dream Drop Distance. Memang ada usaha untuk menjelaskan sedikit misteri di sana-sini lewat dialog antar karakter yang ada, namun tidak akan langsung membuat segala sesuatunya terang-benderang.

Oleh karena itu, jika kalian termasuk gamer pendatang baru yang hendak datang mencicipi Kingdom Hearts 3, tidak ada saran lagi yang lebih rasional dari tim domain untuk kalian selain dua hal – membaca semua Glossary yang ditawarkan in-game di dalam Kingdom Hearts 3 itu sendiri untuk memahami apa yang terjadi sembari kalian memainkannya. Atau yang lebih baik lagi? Menggunakan situs seperti Youtube untuk menonton kesimpulan cerita sejauh ini, yang di beberapa akun yang sempat tim domain nikmati, memang berfungsi dengan baik. tim domain tidak merekomendasikan kalian melompat masuk ke dalam game ini tanpa memahami apapun. Ketertarikan kalian “sekedar” untuk kolaborasi dengan dunia Disney tidak akan banyak membantu, karena akan membuat kalian kehilangan banyak momen yang seharusnya emosional. Persiapkan diri kalian.

Meluruskan Benang Kusut

Bagi gamer yang sudah mengikuti seri Kingdom Hearts sejak awal, jatuh hati, dan sudah menantikan Kingdom Hearts selama ini, benang kusut yang terbangun adalah salah satu motivasi untuk mengantisipasi seri teranyar ini. Sejak awal ia diperkenalkan, Testuya Nomura sudah menegaskan bahwa ia akan menjadi jawaban dari saga Xehanort yang selama ini sudah terbangun. Dari bagaimana ia memanipulasi tiga sekawan – Ventus, Aqua, dan Terra hingga bagaimana ia selalu berambisi untuk membuka dan menggunakan Kingdom Hearts untuk sebuah motivasi dan hasil akhir yang tidak jelas. Lantas, berhasilkah Kingdom Hearts 3 mencapai tujuan akhir tersebut? tim domain dengan sangat senang hati melaporkan bahwa benang kusut tersebut akhirnya lurus, jelas, dan berada di tempat yang seharusnya.

Setelah berkutat dengan plot yang dari satu seri ke seri yang lain semakin kompleks, baik dari kehadiran konflik antara beragam pihak dengan “nama unik” mereka masing-masing, Kingdom Hearts 3 akhirnya meluruskan benang kusut tersebut. Semua elemen yang sempat diperkenalkan di sebelumnya akhirnya berkontribusi di konflik terakhir ini, menempatkan diri di tempat seharusnya. Plot terkait nasib Aqua, Ventus, dan Terra terjawab, konflik soal entitas Replica dan peran mereka terjawab, cerita emosional antara Roxas, Xion, dan Lea juga punya konklusi akhir, hingga beberapa misteri seperti mengapa Riku punya “3 bentuk” berbeda-beda di saat yang sama, misalnya. Semua jawaban dari misteri tersebut akhirnya disajikan, tentu saja untuk kalian yang memahami dan mengikuti kisah Kingdom Hearts dari awal.

Namun misteri yang terjawab hanyalah yang berhubungan dengan Xehanort dan misteri yang melibatkan usahanya untuk meracik χ-blade dan membuka Kingdom Hearts, tidak lebih. Kingdom Hearts 3 didesain untuk “hanya” merampungkan kisah Xehanort sembari membuka ruang bagi franchise ini terus berlanjut. Jadi untuk kalian yang berharap bahwa semua misteri akan terjawab di sini, kalian akan cukup kecewa karena Square Enix masih menyediakan banyak ruang bagi franchise ini untuk terus berlanjut, menemani kalian hingga kalian tidak lagi cukup kuat mengangkat kontroler di hari tua. Salah satu misteri yang tidak terjawab adalah konflik yang terjadi di era “χ Back Cover” dan melibatkan The Master of Masters dan Luxu. kalian tidak familiar dengan kedua nama itu? Saatnya nonton video Youtube lagi!

Sayangnya, di sisi lain, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa progress cerita di Kingdom Hearts 3 memang terkesan tergesa-gesa dan dipresentasikan dengan cara yang canggung. Selama berpetualang mengelilingi dunia Disney yang lama dan baru dengan Sora, Nomura memutuskan untuk tidak menggunakan momen ini untuk menciptakan momen penting yang memang bisa menggerakkan cerita yang ada. Yang ia fokuskan justru melemparkan sedikit informasi terkait konflik seri Kingdom Hearts masa lampau, dari karakter hingga istilah, yang sepertinya jelas ditujukan untuk gamer yang masuk ke seri ini tanpa pengetahuan yang cukup. Hasilnya? Selama kalian berpetualang dari dunia Hercules ke Big Hero 6, progress cerita yang signifikan bisa dibilang minim. Ia terasa seperti pergerakan sia-sia untuk memahami semesta Kingdom Hearts, bukan menyelesaikannya.

Keputusan ini kemudian berujung pada “mimpi buruk” dari sisi penceritaan. Semua plot penting yang didesain untuk menjelaskan, mengakhiri, dan menyimpulkan segala sesuatunya, dipadatkan, disusutkan, dan dilemparkan ke dalam 1/3 porsi game terakhir. Semuanya bergerak dan selesai di satu tempat saja – Keyblade Graveyard alih-alih dibagi merata di sepanjang cerita. Ada rasa tidak puas disana, dimana solusi untuk semua misteri yang sudah terbangun selama belasan tahun, sesuatu yang sudah lama kalian tunggu, ternyata “dimuntahkan” begitu saja dalam bentuk cut-scene demi cut-scene dan pertarungan yang linear. Sementara di sisi lain, untuk alasan yang tidak jelas pula, Xehanort yang seharusnya menjadi musuh utama di seri kali ini, tidak banyak bergerak atau melakukan sesuatu. Ia hanya menunggu di tempat terakhir dengan waktu tampil yang begitu singkat, konsep yang tentu saja aneh untuk kisah yang seharusnya mengakhiri saga-nya.

Kesan terburu-buru tersebut juga mengalir kuat ketika konflik 7 cahaya VS 13 kegelapan tersebut akhirnya terjadi. Alih-alih membuat setiap pertarungan yang secara kuantitas memang tidak berimbang satu sama lain ini terasa istimewa, Nomura memutuskan untuk menampung ke 20 karakter berbeda tersebut di sebuah labirin reruntuhan yang desainnya sama sekali tidak istimewa.

Pertarungan melawan 2-3 “karakter penting” ini tentu tidak terhindarkan, namun sayangnya, kembali dengan cara penanganan cerita yang aneh. Jika kalian berhasil menundukkan satu dari mereka, potongan cut-scene langsung akan muncul untuk memperlihatkan bagaimana cerita karakter ini selesai. Ada dialog di sana, adegan dramatis, dan konklusi yang kalian butuhkan. Namun semuanya dilakukan sembari mengabaikan bahwa masih ada 1-2 musuh di ruang sama yang hendak membunuh kalian dan secara magis “menghilang” sembari menunggu kalian menikmati cut-scene dan konklusi cerita dari karakter yang baru kalian kalahkan. Ketika kalian selesai menonton cut-scene ini, kalian akan bertarung dengan sisa musuh, dan mengulang rutinitas yang sama lagi ketika satu dari mereka kalah. Ini adalah sebuah pendekatan yang benar-benar absurd dan justru menghilangkan kesan penting dari momen yang seharusnya istimewa ini. Ada cara yang lebih elegan untuk menangani ini.

Salah satu sumber kekecewaan tim domain yang juga meluncur dari cara mereka menangani 7 Ksatria Keyblade yang kini sudah terkumpul tersebut. Agak sedikit menjengkelkan untuk menemukan fakta bahwa selain Sora, kalian berujung hanya menggunakan setidaknya 2 karakter yang lain dari 7 karakter tersebut untuk memicu progress cerita sekaligus menikmati gaya bertarung mereka yang unik. Padahal, potensi untuk cerita begitu besar di sana. Setiap kali ia kembali ke Sora atau Riku, tim domain selalu berharap ada kesempatan untuk menjajal sensasi bertarung sebagai Kairi ataupun Axel untuk sedikit merasakan seperti apa gaya dan animasi mereka. Harapan tersebut semakin kuat ketika cerita soal Kairi dan Axel tetap berkutat pada masa training mereka sebagai Keyblade Master yang punya potensi untuk diarahkan ke gameplay seperti ini. Namun apa yang kita dapatkan? Nihil.

Maka terlepas dari fakta bahwa hampir semua misteri yang berputar di sekitar Xehanort akhirnya terjawab dan benang kusut tersebut mulai terlihat lurus, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa ada kesan tergesa-gesa dan penanganan yang kurang elegan di sana. Namun setidaknya, kalian kini tidak perlu lagi menerka-nerka bagaimana semua kelompok, karakter, nama, konflik di masa lalu kini menyatu dalam kisah yang untungnya, tidak akan sulit untuk diterima sebagai solusi terbaik yang bisa ditawarkan oleh Nomura.

Jauh sebelum ia dirilis, Nomura sudah beberapa kali menegaskan lewat beragam interview yang ia lakukan bahwa Kingdom Hearts 3 akan menjadi akhir dari kisah Xehanort namun bukan untuk Sora itu sendiri. Bahwa aksi petualangan Keyblade Master yang satu ini akan terus berlanjut ke seri-seri selanjutnya. Apakah kita berbicara soal seri baru yang utama? Sebuah seri “spin-off” yang lain? Ataukah seperti kebiasaan-kebiasaan di seri Kingdom Hearts sebelumnya, meluncur via versi Final Mix? Untuk saat ini tidak ada satupun yang tahu. Namun yang pasti, kita sepertinya bisa menebak kemana cerita ini akan mengarah dan bersiap dengan hype yang bahkan lebih besar lagi. Godaan untuk berspekulasi begitu besar!

Kingdom Hearts 3 menyediakan dua buah konten tambahan setelah tamat dalam bentuk video – “Epilogue” dan “Secret Ending” untuk kalian nikmati dan tentu saja, akan menjadi petunjuk kira-kira kemana seri selanjutnya akan mengarah. Lewat kedua konten tersebut, kalian bisa membangun spekulasi lebih solid terkait perjalanan Sora selanjutnya, apalagi satu konflik baru yang muncul ternyata belum selesai dan tersisa di pertarungannya melawan Xehanort. Sesuatu yang kalian akan temukan dengan memainkan game ini secara langsung.

Epilogue sepertinya mengindikasikan jelas bahwa di satu titik di masa depan, kita akan terjun masuk ke dalam konflik masa lampau yang pertama kali ditawarkan oleh Kingdom Hearts χ yang notabene terlihat seperti game Kingdom Hearts tak penting untuk pasar mobile atas nama eksploitasi franchise. Bahwa Xehanort bukanlah ancaman terbesar. Epilogue memberikan sedikit gambaran siapa sebenarnya sosok Luxu, bagaimana ia berperan dalam pertempuran 7 Cahaya vs 13 Kegelapan ini bersama dengan kotak hitam yang tetap ia bawa kemana-mana. Di akhir, ada potongan sedikit scene pendek dimana kita kembali ke masa lalu dimana Eraqus dan Xehanort muda bermain catur dan Eraqus memutuskan untuk “memainkan sesuatu yang berbeda”. kalian bisa melihat bahwa kali ini ada 7 pion hitam dan 1 pion putih di sana.

Spekulasi tim domain? Sepertinya jelas bahwa cerita ke depan akan berfokus pada Book of Prophecies dari Kingdom Hearts χ. Ketujuh pion hitam dimana kalian bisa melihat 1 pion “Raja” dan 6 pion “bawahan” besar kemungkinan merujuk pada Master of Masters dan keenam muridnya: Ira, Aced, Invi, Gula, Ava, dan tentu saja – Luxu. Apakah ketujuh karakter ini akan menjadi antagonis bagi Sora di seri selanjutnya? Sepertinya demikian. Satu yang menarik adalah bagaimana jumlah mereka adalah “7” seperti halnya “7 Ksatria Cahaya” yang sempat bertarung melawan “13 Kegelapan” milik Xehanort. Jika melihat aksi Eraqus di Epilogue, sepertinya seri selanjutnya akan membalik keadaan yang ada.

Keadaan yang ada? Benar sekali, bahwa alih-alih “7 Cahaya” melawan “13 Kegelapan”, kita akan bertemu dengan kasus dimana pertarungan kini difokuskan pada “7 Kegelapan” melawan “13 Cahaya”. Mungkin untuk meracik sebuah χ-blade yang digunakan untuk membuka Kingdom Hearts di sisi yang lain, dimana alih-alih merupakan sumber cahaya, adalah versi dimana ia menjadi sumber kegelapan. Karena tema Kingdom Hearts sebagai franchise selalu berkutat soal keseimbangan, dimana cahaya dan kegelapan selalu menjadi dua bagian yang tidak terpisahkan. Spekulasi tim domain ini semakin kuat mengingat pertarungan terakhir melawan Xehanort seolah mengindikasikan bahwa “Ksatria Cahaya” tidak lagi terbatas hanya pada 7 orang saja. Di luar potensi kemungkinan munculnya karakter baru, selalu ada kesempatan untuk menggunakan karakter-karakter protagonis saat ini dan meramunya menjadi “13 Cahaya”: Sora, (Donald), (Goofy), Ventus, Aqua, Terra, Xion, Roxas, Axel, Kairi, (Saix atau Namine), Mickey, dan juga – Riku. Membayangkan pertarungan 7 Kegelapan VS 13 Cahaya menjadi sesuatu yang rasional di pikiran tim domain.

Semuanya akan diramu ke dalam pendekatan baru yang kali ini, diindikasikan oleh “Secret Ending” yang terlihat lemah, namun jika dipikirkan lebih matang ditambah dengan teori konspirasi di otak, siap untuk membuat hype kalian tidak lagi tertahankan. Video Secret Ending ini mengusung nama “Yozora” yang notabene merupakan karakter utama di Verum Rex, game “Final Fantasy” di dunia Toy Story yang digemari oleh Rex dan sempat mendapatkan film CGI-nya sendiri yang super keren. Di dalam Secret Ending tersebut kalian bisa melihat Sora dan Riku terdampar di dunia yang berbeda. Sora terdampar di Shibuya, Tokyo dan Riku terjebak dalam dunia dengan dua menara tinggi, sosok Yozora yang tengah memkalianng dari ketinggian, diiringi dengan musik yang begitu familiar. Di sana, ada sosok dengan jubah hitam yang membuat tkalian hati.

Oke, mari berspekulasi. Sebagai pembukaan, berapa banyak dari kalian yang sempat melakukan proses googling dan mencari tahu apa arti nama “Yozora”? Benar sekali, Yozora berarti “ Langit Malam”. kalian tahu karakter mana yang juga punya arti “Malam” di dalam namanya? Noctis dari Final Fantasy XV. Kedekatan keduanya secara desain terutama jika berbicara soal era FF XIII Versus dengan sedikit alunan musik Somnus ketika memperlihatkan dunia yang dikunjungi Riku di Secret Ending mengindikasikan arah yang hendak dibawa Square Enix. Sementara dunia nyata Shibuya, Tokyo yang dikunjungi Sora? Hampir semua penggemar game Square Enix tentu paham bahwa yang ia kunjungi itu adalah landmark ikonik dari game JRPG – The World Ends With You.

Jadi, apa maksudnya? tim domain meyakini, sekali lagi teori tim domain, jika kedua dunia ini bukan sekedar sinyal DLC ataupun konten baru yang hendak mereka tambahkan di versi Final Mix nanti dan benar-benar merujuk pada kisah petualangan selanjutnya, maka sepertinya jelas mengapa Nomura sama sekali tidak menyuntikkan karakter ataupun dunia Final Fantasy di Kingdom Hearts 3. Dengan judul Secret Ending dimana ada tulisan “Reconnect” di akhir dan tema bagaimana segala sesuatunya berbalik dengan “7 Kegelapan”, besar kemungkinan bahwa seri selanjutnya akan menawarkan satu hal – Dunia yang ditawarkan bukan lagi Dunia Disney, tetapi Final Fantasy dan game-game JRPG Square Enix yang lain. Potensinya begitu besar. Hal ini juga menjelaskan motivasi Nomura untuk membuat karakter Final Fantasy absen di seri ketiga ini.

Satu yang menarik adalah hati misterius di end-game saat Sora berusaha menyelamatkan teman-temannya dari serangan Dark Tower yang sempat “menghabisi” semuanya. Hati tanpa nama dengan suara lembut tersebut berbicara soal bagaimana ia menunggu seseorang, bagaimana orang yang ia tunggu kehilangan hatinya dan digantikan oleh hati orang lain, dan bagaimana sosok tersebut akan begitu sedih jika tahu bahwa saat ini sosok “sang hati” ini tidak lagi ada. Cerita ini berakhir dengan usaha Sora bertanya soal “nama orang yang ia tunggu”, yang kemudian dijawab dengan bisikan. Kisah ini berakhir sampai di sana saja dan tidak terjawab hingga Kingdom Hearts 3 berakhir, menyisakan begitu banyak pertanyaan.

Sepertinya jelas bahwa apapun informasi yang dibagi kepada Sora oleh “sang hati” tersebut akan memainkan peran penting di seri Kingdom Hearts selanjutnya. Banyak yang berspekulasi bahwa suara tersebut adalah Ava, salah satu Foretellers dari Kingdom Hearts χ yang nasibnya tidak jelas.

Sementara tidak sedikit pula yang berspekulasi bahwa sosok tersebut adalah Strelitzia, seorang Keyblade Wielder yang tewas terbunuh di Kingdom Hearts χ namun tidak pernah jelas siapa identitas yang menghabisi nyawanya. Walaupun ini terdengar gila, namun di telinga dan otak tim domain, tim domain juga membuka potensi bahwa hati yang tengah bicara tersebut bisa saja berakhir menjadi Aerith, karakter Final Fantasy VII yang juga berbagi sentimen dan kisah yang nyaris serupa. tim domain tahu bahwa Aerith di seri Kingdom Hearts sebelumnya dipotret sebagai karakter yang “hidup” dan sehat, namun bukan tidak mungkin bahwa kata Reconnect di bagian akhir Secret Ending mengindikasikan bahwa kunjungan kita ke dunia Final Fantasy akan membawa kita ke timeline dan cerita original dari masing-masing dunia Square Enix nantinya.

Tentu saja, semua yang tim domain tuliskan di atas semuanya adalah murni spekulasi. Nomura hingga saat ini belum membicarakan kelanjutan Kingdom Hearts sama sekali secara mendetail selain konfirmasi bahwa kisah Sora akan berlanjut. Tetapi jika apa yang tim domain spekulasikan memang terbukti benar dan nyata di masa depan, antisipasi dan hype terkait seri teranyar Kingdom Hearts ini akan melebihi penantian munculnya Kingdom Hearts 3 itu sendiri.

Kesimpulan

Belasan tahun menunggu, beberapa seri meluncur untuk mengisi kekosongan cerita, dan angka “3” di belakang nama Kingdom Hearts tersebut akhirnya tiba di tangan kalian, rampung. Sebagai gamer yang sudah lama menantikan seri ini, ia bukanlah sebuah game yang sempurna. Namun apa yang ia tawarkan, terutama dari cerita yang masih emosional, presentasi visual dan audio yang tetap mengagumkan, animasi pertarungan yang lebih halus, hingga kisah yang akhirnya meluruskan begitu banyak benang kusut dari kompleksitas seri sebelumnya membuat seri ketiga ini berujung fantastis. tim domain bahkan tidak takut untuk menyebut bahwa ada beberapa momen yang sempat membuat tim domain menitikkan air mata karena kuatnya emosi yang mengalir. Semuanya dipadukan dengan identitas khas Kingdom Hearts yang begitu kuat.

Namun tentu saja, seri ini tidak bisa dibilang sempurna. Dari fakta bahwa ia tidak bersahabat untuk gamer pendatang baru, hingga tingkat kesulitan yang terasa begitu “memanjakan” dan penyampaian cerita yang kurang elegan, Kingdom Hearts 3 memang menyimpan beberapa pendekatan kreatif yang memicu tkalian tanya apalagi jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Ditambah dengan desain yang terasa kurang kreatif di beberapa dunia Disney yang baru ini, ada kesan yang kuat bahwa terlepas dari penantian yang sudah begitu lama, ia dikerjakan dengan terburu-buru terutama untuk menutup kisah Xehanort ini. Sesuatu yang tentu saja sangat disayangkan.

Tetapi seperti yang bisa kalian prediksi, tidak ada alasan untuk tidak melirik Kingdom Hearts 3 ini. Bagi gamer yang sudah menikmati Kingdom Hearts selama ini, ini adalah kisah penutup yang akan meluruskan benang merah dan kompleksitas cerita yang sudah terbangun selama belasan tahun. Bagi gamer pendatang baru, selama kalian setidaknya mempersiapkan diri terlebih dahulu, kalian akan tetap menikmatinya lewat sensasi pertarungan cepat dan halus yang berada di atas kualitas game-game action RPG pada umumnya.